3. Baris Judul
Pada umumnya email palsu dimulai dengan judul ‘Please Restore Your Account Acces’.
4. Panggilan (Sapaan) Umum
Biasanya email palsu menggunakan sambutan yang umum, seperti ’Dear PayPal Member’. Padahal PayPal mengetahui nama kita yang digunakan ketika kita mendaftar akun PayPal.
5. Pernyataan yang Mengharuskan untuk Melakukan Tindakan Saat Itu Juga
Terkadang email palsu mencoba melakukan penipuan dengan seolah-olah dalam keadaan darurat jika tidak segera memperbaikinya. Pastikan Anda jangan panik saat menghadapi ini. Kenali dan cermati terlebih dahulu email tersebut secara seksama, seperti tips yang telah dikemukakan di atas.
6. Email HTML
Ada beberapa email yang terlihat seperti website dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pribadi dari akun PayPal kita. Padahal PayPal TIDAK PERNAH MEMINTA INFORMASI PRIBADI melalui email.
7. Tata Bahasa yang Salah
Email yang dikirim menggunakan tata bahasa yang salah, serta pemilihan kata yang salah. Hal ini memang sengaja dilakukan dengan tujuan agar lolos terhadap penyaringan email.
Selain hal-hal di atas, terdapat beberapa tips singkat untuk Anda:
Apabila menerima email dengan tautan yang meminta untuk ditekan (klik) atau login ke akun PayPal, sebaiknya jangan dilakukan.
Saat menerima email yang hampir sama (mirip) dengan form masuk ke akun Paypal, sebaiknya ‘jangan masuk’.
Apabila Anda tidak yakin terhadap email yang diterima, maka Anda dapat menghubungi pihak PayPal resmi dengan meneruskan email ke spoof@paypal.com untuk meminta bantuan.
Apabila Anda ragu dan tidak yakin terhadap email yang diterima tersebut berasal dari PayPal, namun Anda bingung bagaimana menghadapinya, Anda dapat meminta bantuan kepada teman atau sahabat Anda yang jauh berpengalaman dalam penggunaan PayPal.
Sumber: www.indonesiapal.com



