Sekarang ini, ada banyak pilihan investasi. Anda bisa pilih sesuai dana, kemampuan, tingkat risiko dan keuntungannya. Beberapa bentuk investasi antara lain properti, emas, reksadana, tabungan dan deposito, obligasi, saham, dan masih banyak lagi bentuk investasi.
Namun, apapun jenis investasi yang Anda pilih, pastikan Anda menerapkan managemen risiko inevstasi secara benar untuk meminimalisir risiko kerugian akibat hal-hal yang tidak Anda prediksi sebelumnya. Manajemen risiko sangat penting bagi investor pemula, karena mereka belum memiliki pengalaman dan wawasan di bidang investasi.
Investor pemula seringali menjadi korban rayuan agen investasi, misalnya modal awal investasi yang sangat rendah. Jika Anda termasuk investor pemula juga, maka perhatikan hal-hal berikut sebagai prinsip dasar managemen risiko.
Pertama, jangan terprovokasi oleh pemberitaan tentang kondisi perekonomian. Saat kondisi perekonomian dilaporkan memburuk, biasanya akan terjadi panic selling, yiatu para investor berlomba-lomba untuk menarik uang mereka sebelum terjadi kerugian. Padahal dalam keadaan seperti ini harga saham atau bunga obligasi biasanya turun drastis.
Kedua, usahakan untuk tidak menumpuk modal Anda di satu tipe investasi. Anda bisa menvariasikan jenis investasi yang Anda pilih. Contohnya jika Anda mengambil obligasi. Anda bisa mengambil satu varian yang berisiko tinggi dan satu varian yang berisiko rendah. Dengan begitu, Anda tidak akan kehilangan seluruh uang saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Ketiga, jangan ragu bermain investasi yang aman, terutama bagi Anda yang buka tipe orang yang senang berspekulasi demi mengejar profit besar.
Keempat, waspadai tawaran investasi yang hanya menyebut keuntungan besar saja, tanpa ada penjelasan tentang risikonya. Secara normatif, keuntungan yang besar biasanya dibarengi risiko yang besar pula.
Sumber: www.analisaforex.com

