2. Tetapkan Hasil yang Realistis
Memiliki harapan mendapatkan keuntungan yang tinggi boleh-boleh saja namuan tetaplah berpikir secara realistis. Misalnya di usia 33 tahun melakukan investasi dengan mengharapkan keuntungan hingga 1 miliyar pada usia 50, atau hanya dalam waktu 17 tahun saja. Padahal hasil investasi per bulan hanya sebesar Rp 300.000,-. Tentu saja hal tersebut tidak logis. Setidaknya Anda harus cermat berhitung secara realistis.
3. Investasi Sistematis
Jangan pernah memiliki niat investasi hanya sekedar ikut-ikutan atau hanya iseng-iseng berhadiah. Lakukan investasi dengan serius, misalnya ingin berinvestasi satu juta per bulan, tentukan pembagiannya untuk investasi apa saja.
4. Mengenal dan Mengetahui Perusahaan dan Produk yang Diinvestasikan
Apabila ada yang menawarkan Anda suatu jenis investasi, maka tanyakan secara menyeluruh mengenai investasi tersebut. Ketahui produknya, perusahannya, keuntungan, serta potensi resiko dari jenis investasi tersebut. Misalnya jika memutuskan investasi di bidang keuangan, ada banyak hal yang dilakukan berkaitan dengan strategi yang akan dilakukan. Misalnya saham pada perusahaan consumer goods pasti akan meningkat menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Sebaliknya saham korporasi akan turun saat menjelang pemilu.




