Pendidikan anak layak diprioritaskan dengan matang demi masa depan yang lebih cerah. Untuk mempersiapkan dana pendidikan sejak dini para orangtua bisa menginvestasikan uangnya dengan berbagai cara, misalnya dengan memiliki tabungan atau asuransi pendidikan. Bingung mau pilih tabungan atau asuransi pendidikan? Simak penjelasan berikut ini.
Jika Anda memilih menggunakan tabungan pendidikan maka uang yang disimpan dalam tabungan akan menghasilkan bunga tabungan tiap tahun. Tentu saja hal ini bisa membuat jumlah tabungan Anda makin berkembang. Seperti jenis tabungan lainnya, tabungan pendidikan juga memudahkan Anda mengambil dana berapa pun dan kapan saja. Selama tidak tercantum perjanjian jumlah dana dan waktu pengambilan dana.
Sayangnya, jika anak belum masuk ke perguruan tinggi tapi sesuatu terjadi pada Anda misalnya cacat atau bahkan meninggal. Maka tabungan akan berhenti bertambah karena Anda sudah tidak lagi menabung. Hanya dana yang sudah terkumpul di tabungan pendidikan saja yang akan terus berkembang.
Sementara bila menggunakan asuransi pendidikan, dana yang Anda sisihkan secara periodik akan diinvestasikan dalam berbagai jenis instrumen sesuai pilihan Anda. Kelebihan asuransi ini ada pada premi yang Anda bayarkan guna mendapatkan “perlindungan”. Dengan adanya premi ini, jika terjadi cacat atau kematian sebelum anak masuk perguruan tinggi, maka pembayaran premi akan dilanjutkan oleh perusahaan asuransi. Artinya, investasi akan terus bertambah sesuai target karena “setoran” akan terus berlanjut.
Perlu Anda ketahui bahwa investasi dapat bertambah atau berkurang, tergantung pilihan investasi Anda.
Sumber: femina.co.id




