Investasi bermacam-macam bentuknya, salah satunya rumah. Ada orang yang membeli rumah bukan untuk ditempati tapi untuk dijadikan investasi. Investasi rumah mempunyai banyak bentuk yang masing-masing menyajikan keuntungan dan penanganan yang berbeda.
Pertama, jual beli. Prosesnya sederhana, yaitu Anda membeli rumah, merenovasi atau membuat lebih bagus, lalu menjualnya. Jadi, keuntungan Anda berasal dari selisih harga beli dan biaya renovasi dengan harga jual. Renovasi di sini maksudnya jika Anda harus memperbaiki rumah karena misalnya berada dalam posisi tusuk sate, dekat kuburan, akses jalan sulit, banjir dan sebagainya.
Keuntungan lebih besar dapat Anda peroleh jika rumah yang Anda beli harganya miring atau di bawah harga pasaran. Keuntungan lain juga bisa dari biaya renovasi yang minim jika keadaan rumah yang Anda beli tidak begitu membutuhkan banyak perbaikan.
Namun, jika Anda mempunyai dana yang terbatas, sebaiknya tidak membeli rumah bermasalah. Lebih baik Anda bermain aman dan melakukan spekulasi yang terukur.
Kedua, dikontrakkan. Ada dua jenis pengontrak. Pertama adalah orang yang mengontrak karena menyukai rumah tersebut, misalnya suka karena dekat dengan lokasi kerja. Biasanya pengontrak jenis ini cenderung lebih rajin dalam merawat rumah karena dianggap sebagai representasi pengontrak. Kedua, orang yang mengontrak karena tidak mempunyai rumah. Orang seperti ini biasanya cenderung tak peduli dan membebankan pada pemilik rumah.
Oleh karena itu, Anda sebaiknya melakukan langkah pencegahan yang dapat merugikan di kemudian hari. Contohnya, memasang listrik isi ulang untuk menghindari kejadian pengontrak kabur dan meninggal tagihan listrik yang banyak.
Ketiga, kos-kosan. Yang terpenting dari bisnis kos-kosan adalah lokasi. Pastikan rumah Anda mempunyai nilai plus karena berlokasi di dekat sekolahan, kampus atau sebuah kantor.
Sumber: www.readerdigest.co.id




