Berbicara properti, kita tidak bisa tidak membahas soal lokasi. Faktor yang satu ini sangat penting dalam menentukan nilai dan keuntungan maksimal. Di lokasi yang memenuhi kriteria, sebuah properti bisa dihargai mahal dan diburu banyak pelanggan. Nah, lokasi yang seperti apakah itu?

Pertama, lokasi yang mudah terlihat. Ini artinya, properti berada dalam lokasi yang mudah diakses. Salah satu indikasinya adalah properti bisa dilihat meski kita ada di dalam mobil. Lokasi properti juga hendaknya bisa dilalui oleh banyak kendaraan.

Kedua, pemandangan menarik. Properti bisa sangat tinggi nilainya saat ia mempunyai latar pemandangaan danau, pantai, puncak, matahari terbit. Ya, biasanya lokasi yang bisa menampilkan citra pemandangan alam bakal diburu banyak orang.

Pada dasarnya, harga properti akan tinggi jika lokasi tersebut diinginkan oleh orang-orang. Tempat seperti itu adalah tempat yang dekat dengan sekolah, pasar, pusat perbelanjaan dan sarana transportasi.

Selain itu, ada beberapa hal yang juga menjadi pendukung sebuah lokasi properti, antara lain luas tanah, bentuk tanah, kondisi permukaan tanah, saluran pembuangan air, kontur tanah, kondisi lingkungan, daya pandang, fengshui dan kondisi jalan.

Lokasi menjadi pertimbangan bagi setiap pelaku bisnis properti mulai dari penjual, pembeli, pengembang, investor dan siapa pun yang ingin berkecimbung dalam bidang ini. Faktor ini selalu menjadi keunggulan kompetitif yang tidak mungkin diduplikasi.

Faktor lokasi ini berlaku bagi pasar properti dengan harga termahal maupun termurah. Contohnya bisnis properti dalam bentuk apartemen. Produk apartemen termurah pembelinya adalah end user dan para investor yang kemudian akan disewakan. Sedangkan produk apartemen termahal diburu kaum berduit karena alasan prestise dan jumlahnya yang terbatas. Maka, jika akan berbisnis properti, janganlah abaikan faktor lokasi.

Sumber: 2013, Benny Lo dalam ‘’Jangan Beli Properti Sebelum Baca Buku Ini’’ halaman 41-44.

Bagikan melalui