Kelebihan lain melakukan investasi emas adalah harga emas yang diharagai (dinilai) dalam US dollar. Jika terjadi peningkatan nilai US dollar akan ada dua keuntungan yang didapat, yaitu keuntungan langsung dari kenakan dollar serta kenaikan harga emas tersebut. Namun bisa pula terjadi sebaliknya, meskipun emas sangat jarang, nilainya akan cenderung stabil dan naik.
Investasi emas bisa lebih menguntungkan jika dibanding dengan investasi langsung di mata uang USD. Terlebih lagi di Indonesia, money changer relatif sulit. Mata uang lama atau mata uang terlipat dihargai dengan murah. Sehingga menyimpan mata uang USD harus selalu diperbaharui. Tentunya berbeda dengan emas yang hanya dibeli dan dapat disimpan dalam waktu yang lama.
Nilai Minus Investasi Emas
Meski emas merupakan alat investasi yang sangat aman dan stabil, serta bersifat zero inflation effect, emas memiliki kekurangan dalam faktor penyimpanan (storage) dan perawatan (handling). Misalnya jika menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif cukup beresiko. Selain itu, meski sudah disimpan dan dibungkus dengan protective cover, kemungkinan dapat terjadi oksidasi dan perubahan warna, terutama jika investasi emas dalam bentuk koin. Jenis emas ini apabila jatuh akan penyok atau cuil, dan sulit untuk di treatment ulang, sehingga berdampak pada harganya yang akan berkurang. Maka dari itu apabila menginvestasikan emas dalam bentuk fisik, harus memperhatikan perawatan dan penyimpanannya.
Apabila emas dibandingkan dengan alat investasi lain seperti saham atau properti yang menjanjikan keuntungan besar dalam jangka pendek, tentunya perkembangannya kalah menggairahkan. Investasi emas memang lebih sesuai untuk investasi jangka panjang dengan return yang relatif stabil, karena emas lebih berfungsi untuk lindung nilai (hedging).

