Geliat dunia investasi saat ini seakan sudah merasuki berbagai kalangan. Investasi menjadi sesuatu yang sangat lazim dibahas di mana pun, seakan-akan kata ini menunjukkan kelas di mana mereka berada, atau ingin berada. Hal tersebut terlihat dari banyak kelas-kelas investasi yang diadakan oleh perencana keuangan, mulai dari investasi yang riil, yang ditandai dengan sikap ogah-ogahan menjadi karyawan dan ingin menjadi wirausahawan, hingga investasi keuangan melalui berbagai instrumen investasi seperti saham, reksadana, obligasi, dan sebagainya yang selalu ramai dengan peminatnya.

Semakin meruaknya dunia investasi pun menyebabkan sebuah peluang penipuan yang berkedok investasi. Sehingga banyak orang yang mengalami penipuan dengan berkedok investasi, mulai dari kelas jutaan, ratusan, milyaran, hingga trilyunan rupiah. Terjadinya hal ini dikarenakan gairah investasi yang tidak disertai dengan pengetahuan secara mendetail mengenai investasi.

Dalam kaitannya dengan investasi, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan mengenai ‘perlunya Anda berinvestasi’.

  • Ada banyak kebutuhan di masa depan yang belum terpenuhi, diantaranya memiliki rumah sendiri, kendaraan (mobil), serta kebutuhan lain. Hal inilah yang menjadikan alasan perlunya Anda melakukan investasi.
  • Ingin melindungi nilai asset yang dimiliki. Apabila Anda saat ini sudah memiliki kekayaan tertentu, mungkin hal tersebut belum cukup. Asset kekayaan tersebut tidak akan bergerak jika tidak melakukan apa pun terhadapnya. Bisa jadi asset tersebut akan turun.
  • Keinginan untuk menambah nilai asset yang sudah ada. Terkadang seseorang kurang puas dengan apa yang dimiliki saat ini, misalnya ingin memiliki rumah yang lebih besar, namun dengan tetap mempertahankan asset rumah yang telah dimiliki. Hal ini menjadi satu alasan mengapa perlunya berinvestasi.
  • Inflasi. Hal ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi semua orang yang memiliki investasi. Karena inflasi yang tinggi pada kenyataannya akan menggeregoti kekayaan yang Anda miliki. Misalnya jika Anda memiliki simpanan uang di bank dengan bunga 3 % per tahun, sedangkan inflasi mencapai 11 %, maka Anda akan rugi sebesar 8 % dalam setahun.  Bahkan di beberapa negara lain, terkadang inflasi terjadi hingga tingkat yang parah, sehingga nilai uang nyaris nol, meski memiliki banyak uang namun tidak dapat digunakan untuk membeli apa-apa karena tidak ada nilainya. Maka dari itu investasi digunakan untuk mengejar ketertinggalan dari inflasi.
Bagikan melalui