Acara pernikahan dapat dikatakan menjadi sesuatu yang sakral dalam tahap kehidupan manusia. Akan tetapi semakin tahun ke tahun biaya pernikahan dapat digambarkan layaknya bisnis properti yang selalu naik. Meski pada dasarnya pesta pernikahan merupakan pilihan, apakah pesta besar atau pesta sederhana?
Anda pun dapat menyesuaikan budjet pernikahan Anda sendiri. Namun jika tabungan Anda yang telah digabungkan dengan pasangan Anda belum bisa memenuhi perencanaan, kini ada solusi yaitu dengan berhutang. Tidak hanya melalaui bank, namun juga ada jasa khusus yang menyediakan pinjaman untuk biaya pernikahan dengan jaminan tertentu. Hal ini memang akan memberikan solusi bagi yang mampu untuk berhutang, dalam artian mampu melunasi ke depannya. Meski sebagian orang kontra dengan hal ini, karena acara pernikahan hanya sehari dan kehidupan setelah pernikahan adalah bertahun-tahun.
Kembali kepada Anda, bahwa berhutang adalah sebuah pilihan. Bagi pasangan yang setuju untuk mengambil hutang biasanya dihadapkan dengan biaya pernikahan yang belum matang atau karena didesak orang tua pasangan untuk segera menikah. Sebelum mengambil keputusan untuk berhutang sebaiknya musyawarahkan dengan pasangan. Karena setelah menikah beban hutang akan ditanggung berdua. Tidka hanya itu Anda dan pasangan Anda pun perlu melihat kondisi keuangan untuk membayar cicilan tiap bulannya nanti. Satu hal yang lebih penting adalah, utang yang diambil merupakan biaya untuk menambah kekurangan, bukan sebagai sumber utama biaya pernikahan.
Sumber: blog.duitpintar.com

