Emas adalah wujud kekayaan Anda. Emas memiliki kekuatan sehingga nilainya tetap tersimpan dalam fisik emas itu sendiri. Ketika membutuhkan emas, Anda disarankan untuk tidak melepaskan atau menjual emas, tapi lebih baik menggadaikannya. Keuntungan menggadaikan emas adalah, emas tidak lepas dari genggaman Anda. Anda bisa mencicil untuk menebusnya atau membayar sekaligus saat jatuh tempo. Jika Anda masih bingung dengan cara pehitungan di pegadaian, inilah penjelasan singkatnya.
Pertama, perhatikan nilai taksiran bank. Nilai taksiran berbeda dengan harga pasaran. Biasanya nilai taksiran lebih kecil daripada harga yang ada di pasar. Contoh, harga emas di pasaran saat ini adalah Rp 500.000 per gram. Ada bank yang memberikan nilai taksiran sama dengan harga pasaran, ada juga yang Rp 490.000 per gram. Bahkan, ada juga yang memberikan nilai taksiran Rp 480.000 per gram. Tentu saja semakin tinggi nilai taksiran akan semakin menguntungkan Anda.
Kedua, besarnya presentase dana yang bisa dipinjam, diambil dari nilai taksirannya. Jika dana yang bisa Anda pinjam presentasinya semakin besar, akan semakin menguntungkan Anda. Ada lembaga gadai yang bisa meminjamkan hingga 95% dari nilai taksiran, tetapi ada juga yang hanya bisa meminjamkan maksimal 80% dari nilai taksiran.
Ketiga, semakin kecil biaya gadai dan biaya administrasi, akan semakin menguntungkan.
Keempat, biaya asuransi. Ada lembaga gadai yang mengenakan biaya asuransi, tetapi ada juga yang tanpa biaya asuransi. Jika Anda menggadaikan pada lembaga gadai yang tanpa memungut biaya asuransi, tanyakan risiko terburuk ketika emas yang digadaikan hilang dan siapa yang harus menanggung risikonya.
Kelima, hitunglah seluruh total biaya tadi, lalu bagilah dengan uang yang bisa Anda bawa pulang.
Sumber: 2012, Sholeh Dipraja dalam ‘’Pasti Kaya dengan Investasi Emas’’ halaman 110-112

