2. Menentukan Peran

Dengan kesepakatan yang telah disetujui bersama sangat penting untuk menentukan tugas atau peran masing-masing. Siapa yang menjadi pengelola keuangan keluarga, membuat penganggaran dana, dan mengawasi mutasi-mutasi keuangan keluarga. Di samping itu, keputusa-keputusan besar seperti pembelian rumah, mobil, dan investasi besar sebaiknya dikomunikasikan bersama.

3. Perbarui Rencana Keuangan

Setelah menikah akan ada kebutuhan-kebutuhan lain selain untuk kedua belah pihak, diantaranya biaya kelahiran, biaya pendidikan anak, dan lainnya. Komponen-komponen baru secara tidak langsung akan mengubah perencanaan keuangan. Sehingga sangat perlu diadakan pembaharuan perencanaan keuangan. Hal-hal tersebut membutuhkan dana yang lumayan besar.

Di samping itu, akan ada perubahan besaran ideal dana darurat yang harus disesuaikan. Saat single, dana darurat yang ideal disiapkan cukup sekitar 3 sampai 4 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan untuk pasangan baru tanpa anak, dana darurat yang disiapkan sekitar 6 kali pengeluaran bulanan. Sementara itu, apabila ditambah anggota keluarga baru  akan semakin besar pula dana darurat yang harus dipersiapkan.

Satu hal yang begitu penting dalam perencanaan keuangan adalah asuransi. Di saat belum menikah mungkin belum begitu menyadari akan pentingnya asuransi jiwa, namun setelah berkeluarga asuransi ini perlu untuk memproteksi resiko keluarga. Hal ini pun harus diperhitungkan secara jelas, sehingga tetap sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan asuransi lainnya pun, juga perlu dipertimbangkan, misalnya asuransi kesehatan dan pendidikan.

Sumber: readerdigest.com

Bagikan melalui