Seringkali orang melabeli semua bisnis MLM dengan praktik ‘’money game’’. Padahal tidak semua bisnis berbasis jaringan bisa disebut demikian. Sebelum Anda juga turut menyamakan MLM dengan ‘’money game’’ ketahui dulu pengertiannya.
Money game atau permainan uang pada dasarnya merupakan bentuk bisnis dengan sistem piramida uang. Mirip dengan MLM, tapi berbeda. MLM lebih condong ke direct selling atau penjualan langsung, menekankan kerja distributornya, dan distributor mendapat komisi yang pasti. Sedangkan konsep ‘’money game’’ lebih mengacu pada sistem ‘’member get member’’. Member akan mendapatkan komisi setelah member tersebut berhasil mendapatkan member baru yang tergabung di bawah jaringannya.
Money game lebih menguntungkan member yang bergabung lebih dulu. Oleh karena itu, sistem ini tidak bersifat adil dan hanya menguntungkan pihak yang berada di top level saja. Berbeda dengan MLM yang menerapkan sistem jika ingin naik level, maka seorang member harus membangun terus jaringannya sampai kedalaman berapa pun. Pada money game, member hanya dibatasi ‘’batasan downline’’ yang bisa diajak bergabung dengan tujuan balik modal dan sedikit untung.
Ada tiga keuntungan bisnis dengan sistem money game. Pertama, sama halnya dengan reseller, akses penuh dan bonus didapat langsung dari pengelola website bisnis money game. Kedua, sistem support yang bermacam-macam untuk mendapatkan calon downline merupakan daya tarik bisnis ini. Ketiga, website replika bisa digunakan untuk media promosi.
Sedangkan kerugian dari bisnis ini antara lain adalah sebagai berikut. Pertama, harga yang tidak masuk akal, bahkan ada bisnis money game dengan dalih arisan berantai dengan modal cukup terjangkau, tapi tetap saja dananya tidak masuk akal. Kedua, iklan bersifat spam. Terkadang pengelola website menggunakan berbagai cara untuk menjaring calon downline misalnya melalui email, dan lain-lain.
Sumber: winners-network.com

