Meski lingkup kecil yaitu keluarga, sistem keuangan di dalamnya pun harus direncanakan dengan baik. Merencanakan keuangan keluarga manfaatnya sangat banyak. Pertama, cita-cita keluarga dapat tercapai seperti pendidikan berkualitas bagi anak, membeli rumah dan merencanakan dana pensiun.
Manfaat kedua yaitu mengantisipasi terjadinya masalah keuangan keluarga seperti utang. Ketiga, dengan mengatur keuangan keluarga, artinya selalu ada kontrol arus keluar masuk uang sehingga tidak terjadi ‘besar pasak daripada tiang’.
Lalu, bagaimana merencanakan keuangan yang baik bagi keluarga? Simak tipsnya berikut ini.
Pertama, evaluasi. Kita perlu membuka ulang dan mengumpulkan semua catatan keuangan. Dengan begitu, kita bisa melihat keadaan keuangan keluarga selama ini, apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum. Jika belum, kita harus melakukan pencarian dimana letak kesalahannya.
Kedua, menyusun tujuan keuangan. Ada dua faktor yang harus kita perhatikan saat menyusun tujuan keuangan yaitu jangka waktu dan jenis kebutuhan. Jangka waktu bisa kita bagi menjadi kebutuhan saat ini, jangka pendek dan jangka panjang. Sedangkan jenis kebutuhan bisa kita golongkan menjadi barang konsumsi, barang tahan lama dan barang tak berwujud.
Ketiga, membuat anggaran belanja keluarga. Pada tahap ini, anggaran belanja harus kita buat dengan sangat rinci. Kita sudah memasukkan nilai nominal rupiah untuk setiap anggaran. Setelah selesai, kita bisa berbelanja sesuai dengan catatan.
Keempat, komitmen. Perencanaan keuangan yang bagus tanpa diimbangi dengan kedisiplinan tidak akan artinya. Jadi yang terpenting adalah komitmen kita sekeluarga.
Kelima, kembali ke evaluasi. Evaluasi sangat penting kita lakukan untuk mengetahui apakah rencana keuangan kita masih sesuai. Misal, investasi untuk pendidikan anak dievaluasi secara rutin tiga bulanan, apakah sudah sesuai yang kita harapkan atau belum.
Sumber: www.sam.co.id




