Banyak sekali orang yang setelah menikah pada akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah sendiri. Alasan utama dari tinggal di rumah sendiri biasanya adalah untuk mendapatkan privasi lebih sehingga urusan rumah tangga pun akan tidak akan banyak dicampuri oleh orang tua. Namun, situasi ideal ini belum tentu dapat dinikmati oleh semua orang. Banyak sekali anak yang setelah menikah masih harus menanggung biaya hidup orang tua baik itu dengan cara mengajaknya tinggal serumah ataupun setidaknya mengirimi uang untuk biaya hidup setiap bulannya. Dengan adanya biaya ini, otomatis pengeluaran dari sebuah keluarga akan menjadi lebih besar. Untuk memastikan kebutuhan rumah tangga tetap tidak terganggu namun kita tetap dapat menghidupi orang tua, kita dapat melakukan beberapa kiat-kiat.
Mengelola keuangan dengan tambahan biaya hidup orang tua tentulah tidak mudah, kebutuhan harian satu rumah saja sudah cukup besar apalagi jika ditambah dengan keluarga dari orang tua. Hal pertama yang harus diperhatikan tentu saja adalah adanya keseimbangan dalam pengeluaran. Karena, jika ternyata dengan membiayai kehidupan orang tua ternyata mengganggu keuangan dari rumah tangga, tentu saja kehidupan rumah tangga bisa jadi tidak harmonis.
Suami dan istri haruslah sering membicarakan tentang mengatur keuangan secara bersama-sama. Hanya saja, karena pembicaraan ini bisa jadi mengarah ke hal yang sensitif, maka ada baiknya kita harus menghitung secara keseluruhan dulu tentang keuangan rumah tangga pribadi, barulah suami istri menghitung adanya biaya untuk orang tua. Dengan adanya perhitungan secara luas ini, maka obrolan pun menjadi lebih logis dan penuh perhitungan sehingga tidak memunculkan aura sensitif. Dengan obrolan dan perhitungan yang tepat, kita tentu akan dapat memberikan biaya yang tepat dan sesuai untuk orang tua namun dengan tidak memberikan dampak yang negatif bagi keuangan rumah tangga sekaligus tetap menjaga keharmonisan rumah tangga.
Sumber: tabloidnova.com

