Reksa dana sebagai salah satu jenis instrumen investasi, memang banyak disarankan (dianjurkan) oleh para pakar perencana keuangan sebagai instrumen investasi yang tepat bagi pemula.
Reksa dana merupakan wadah investasi yang bersifat kolektif, yaitu dana yang dikumpulkan dari sejumlah investor akan diinvestasikan oleh manajer Investasi ke berbagai jenis instrumen investasi. Keuntungan yang dihasilkan nantinya akan dikembalikan kepada investor.
Apabila dibandingkan dengan investasi saham yang membutuhkan dana minimal sebesar 100 juta atau jika dalam bentuk investasi pada obligasi non retail, akan lebih banyak dana yang dibutuhkan, yaitu hingga 10 miliar lebih untuk membeli langsung 10 lot. Sedangkan dana yang dibutuhkan dalam investasi reksa dana tentunya lebih kecil.
Ligwina Hananto, perencana keuangan independen dari QM financial pun menyarankan hal yang sama, bahwa investor pemula akan lebih sesuai dengan instrumen reksa dana. Dengan sistemnya yang akan disalurkan ke dalam berbagai investasi menjadikannya sangat minim resiko. Selain itu, untuk mengurangi resiko biasanya dipilih instrumen investasi obligasi pemerintah atau deposito. Sedangkan untuk meningkatkan keuntungan, Manajer Investasi akan memilih instrumen yang memiliki resiko lebih tinggi, dikarenakan berfluktuasi, misalnya saham.
Melalui reksa dana investor cukup menyerahkan dana kepada Manajer Investasi, yaitu melalui bank kustodian yang ditunjuk. Selanjutnya manajer inilah yang akan menginvestasikan dana-dana dari para investor ke investasi yang memerlukan dana ratusan juta atau bahkan ratusa miliar, seperti saham atau obligasi non retail yang telah dipaparkan di atas.
Dengan sistem tersebut, investasi reksa dana memiliki diversifikasi resiko atau pembagian resiko. Hal ini memang sesuai dengan namanya, ‘reksa’ yang berati pelindung, dan ‘dana’ yang berarti uang. Karena itulah reksa dana menjadi alat investasi yang tepat bagi mereka yang tidak begitu memahami mengenai mekanisme investasi, dan tidak memiliki keahlian tentang cara memilih instrumen investasi, serta tidak memiliki waktu untuk mengawasinya.
Sumber: readerdigest.co.id

