Keadaan perekonomian Indonesia dapat dikatakan masih labil, masih cukup rawan dengan inflasi. Apabila terjadi krisis nilai rupiah akan turun dan berdampak pada daya beli masyarakat yang ikut turun. Sudah sering kali terjadi, pemerintah menaikkah harga BBM, kemudian pengusaha menaikkan harga barang dan jasa, sehingga berdampak pada kebutuhan pokok yang ikut naik. Di sinilah rupiah menjadi kehilangan nilainya.
Apabila hal tersebut sering terjadi maka akan mengakibatkan kesejahteraan masyarakat yang menurun. Karena itu, sangat penting untuk melindungi harta atau kekayaan yang dimiliki (dikumpulkan) agar dapt dijadikan sebagai bekal di masa mendatang. Krisis dapat terjadi sebagai salah satu siklus ekonomi. Krisis yang terjadi mengakibatkan rupiah kehilangan nilainya. Hal ini bisa disebabkan oleh naiknya nilai tukar dollar AS atau tergerus karena mengalami inflasi tinggi.
Salah satu solusi sebelum terjadinya hal ini adalah dengan berinvestasi untuk masa depan, dan emas adalah salah satu pilihan tepat karena berfungsi untuk melindungi kekayaan yang dimiliki. Memilih emas sebagai investasi bukan karena untuk mengamankan daya belinya atau mendapatkan nilai hasil yang lebih tinggi. Investasi emas hampir mirip dengan investasi properti yang bertujuan untuk perlindungan nilai aset atau hedging. Di sini emas lebih mudah diuangkan, serta nilai investasinya relatif lebih kecil. Namun emas dan properti adalah sama-sama penakhluk inflasi.
Sebagai investasi yang lebih berfungsi untuk hedging memang tidak menjanjikan imbal hasil atau return yang besar seperti saham. Namun return dalam emas relatif stabil. Investasi emas sangat tidak disarankan apabila membeli emas dan menjualnya kembali dalam jangka pendek. Dalam hal ini emas lebih bersifat jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan maksimal.



