Mungkin Anda pernah berpikir untuk mengambil reksadana untuk berinvestasi. Tapi, sudahkan Anda memahami benar tentang investasi yang satu ini? Ya, seperti yang sudah dituliskan di beberapa artikel ekonomi, reksadana adalah wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor di mana uang di dalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk oleh sebuah perusahaan manajemen Investasi (Mutual Fund).
Menurut kamus keuangan, reksadana diidentifikasikan sebagai portofolio aset keuangan yang terdivesifikasi, dicatat sebagai perusahaan investasi yang terbuka, yang menjual saham kepada masyarakat dengan harga penawaran dan penarikannya pada harga nilai aktiva bersih.
Reksadana ada banyak macamnya. Jika dilihat dari sifat investasinya, jenis reksadana adalah sebagai berikut.
Pertama, growth fund. Ini merupakan reksadana yang mempunyai portfolio investasi yang bertujuan mendapatkan pertumbuhan keuntungan yang tinggi.
Kedua, stable fund. Ini merupakan reksadana yang mengutamakan jenis portfolio investasi yang bertujuan mendapatkan pertumbuhan keuntungan yang stabil.
Ketiga, safty fund. Ini merupakan reksadana yang mengutamakan keamanan atas dana investasi dan tidak menyukai adanya ketidakstabilan pendapatan dari instrumen investasinya. Manager investasi reksadana jenis ini cenderung melakukan investasi di instrumen pasar uang, seperti deposito.
Sedangkan jika dilihat menurut jenisnya, reksadana terbagi atas
Pertama, reksadana saham, yaitu reksadana yang portfolio investasinya pada instrumen berbentuk saham dengan jumlah sekurang-kurangnya 80% dari total aset investasinya.
Kedua, reksadana pasar uang, yaitu reksa dana yang memilih jenis instrumen investasi pasar uang dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Ketiga, reksadana pendapatan tetap, yaitu reksa dana yang mempunyai jenis portfolio investasi dalam efek yang berbentuk surat utang, seperti obligasi, dengan komposisi jumlahnya minimal sebanyak 80% dari total asetnya.
Keempat, reksa dana campuran, yaitu reksa dana yang mengalokasikan dana investasinya dalam bentuk portfolio investasi yang bervariasi.
(Sumber: 2013, Adi Setiawan Marsis dalam ‘’Rahasia Terbesar Investasi’’ halaman 88-90)




