Dana pensiun menjadi salah satu kebutuhan yang paling crucial dalam persiapan menjelang hari tua. Terkadang tanpa terasa waktu pensiun hanya tinggal beberapa tahun lagi. Anda pun tidak dapat membayangkan apakah waktu yang tersisa sebelum masa pensiun cukup untuk mempersiapkan seluruh dana pensiun?

Sebenarnya banyak orang melakukan kesalahan yang sama pada umumnya, yaitu menunda persiapan dana pensiun. Hal ini telah dikemukakan oleh Avian Dwi Putra seorang senior advisor di Ardana Consulting.

Apabila mempersiapkan dana pensiun lima tahun menjelang usia pensiun dapat dikatakan sangat terlalu mepet. Kebutuhan dana pensiun dapat diperkirakan mencapai miliaran rupiah, sehingga sangat beresiko apabila baru mempersiapkannya dalam waktu lima tahun sebelumnya.

Selain kesalahan waktu yang mepet, tidak sedikit orang yang berpikiran ‘bagaimana nanti sajalah’. Sebagin besar orang berpikir ‘hanya di saat ini saja’, apa yang diperoleh saat ini hanya untuk kebutuhan saat ini. Sementara itu, kebutuhan di masa depan akan dipikirkan nanti ketika tiba waktunya. Tentunya hal tersebut sangat beresiko. Dengan adanya pola pikir semacam ini mengartikan bahwa biaya atau kebutuhan pensiun akan mengandalkan pada anak-anaknya. Padahal belum tentu sang anak mampu untuk membiayai semua kebutuhan pensiun, karena sudah memiliki keluarga sendiri yang tentunya juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Setidaknya jangan sampai memberikan beban kepada anak dengan adanya biaya pensiun.

Sedangkan kesalahan selanjutnya yang masih banyak dilakukan adalah terlalu mengandalkan tunjangan uang pensiunan bulanan. Tunjangan ini memang sudah diikutkan saat masih bekerja sebagai program jaminan hari tua yang secara rutin dipotong setiap bulan dari penghasilan, serta dibayarkan oleh pihak  perusahaan.

Berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 1992, pada pasal 25 yang menyebutkan bahwa pada saat masuk masa pensiun akan memperoleh sebanyak-banyaknya 20 % dari nilai manfaat pensiun sebagai sarana transisi. Namun apakah jumlahnya cukup? Hal ini hanya diketahui setelah mengalaminya.

Avian pun menjelaskan bahwa kehidupan masa pensiun tidak akan terlihat dan terasa menyenangkan sebagaimana dibayangkan. Dengan keinginan di masa pensiun untuk bertualang keliling di berbagai daerah, bermain bersama cucu, berkebun di belakang rumah, atau hal lainnya. Karena ituah persiapkan dengan baik mulai saat ini, sebelum semuanya terlambat.

Sumber: readerdigest.co.id

Bagikan melalui