Sebelum Anda merencanakan pengelolaan keuangan, sebaiknya Anda tahu hal-hal yang berkait dengan diri sendiri. Anda harus tahu persis tentang keuangan, mental, kebiasaan, lingkungan Anda sendiri untuk membangun keadaan finansial yang sehat. Hal apa saja yang yang berhubungan diri sendiri itu?

Pertama, gaji dan pendapatan. Gaji dan pendapatan adalah sumber utama dalaam mengelola keuangan pribadi dan keluarga. Namun, ada bedanya antara gaji dan pendapatan. Gaji adalah sebagian pendapatan yang Anda peroleh pada waktu yang telah ditentukan secara kontinyu. Sedangkan pendapatan adalah sumber penghasilan lainnya yang Anda peroleh selain dari gaji.

Kedua, potensi diri. Sebagai karyawan yang bergaji bulanan misalnya, bisa jadi Anda merasa tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Nah, untuk itu, Anda perlu menggali lebih dalam potensi diri. Siapa tahu ada potensi lain yang mampu menghasilkan sumber pemasukan baru.

Ketiga, nilai kekayaan. Nilai kekayaan yang dimaksud bukanlah berapa jumlah rumah, mobil, uang dan barang lain yang Anda miliki. Nilai kekayaan adalah kemampuan Anda bisa bertahan hidup di taraf kehidupan yang sedang dijalani dengan harta yang dimiliki.

Keempat, keinginan berbelanja. Biasanya orang-orang yang belum mampu mengumpulkan kekayaan bersih di atas standarnya dikarenakan tidak mampu mengendalian keinginannya untuk berbelanja. Nah, dengan menghitung kekayaan bersih, Anda bisa instrospeksi diri, apakah bisa mengendalikan nafsu berbelanja atau belum.

Kelima, pengeluaran. Catatlah setiap Anda mendapat penghasilan dan melakukan pengeluaran, sehingga Anda bisa melihat pos-pos belanja mana yang bisa ditekan, dikurangi bahkan dihilangkan.

Keenam, utang. Terkadang orang terjebak utang karena beberapa alasan, di antaranya faktor kebutuhan. Tapi sebelum berutang, sebaiknya Anda gunakan akal sehat dan jangan terburu nafsu. Ambillah keputusan berdasarkan kesadaran dan kebijaksanaan.

Sumber: 2012, Sholeh Dipraja dalam ‘’Pasti Kaya dengan Investasi Emas’’ halaman 41-64

Bagikan melalui