Jika Anda berkeyakinan menjadi karyawan berarti berada di zona aman, ada baiknya Anda memikirkan kembali keyakinan itu. Sebab, sebuah survei mengatakan, karyawan atau pegawai adalah pekerjaan paling tidak aman karena setiap waktu mereka bisa dipecat, dan saat dipecat biasanya mereka tidak punya keahlian lain untuk mendapatkan uang.

Menyedihkan sekali, bukan? Terlebih, pemutusan hubungan kerja tengah marak terjadi seiring laju pertumbuhan ekonomi yang melamban dan krisis global berkelanjutan yang memaksa banyak perusahaan gulung tikar. Nah, apakah ini sebuah ancaman atau peluang?

Anda, para karyawan, jadikanlah ini peluang untuk mempersiapkan anggaran dan membuat rencana keuangan yang baru. Tak harus keluar dari pekerjaan, tapi cobalah untuk merintis usaha sendiri. Berpikirlah sebagaimana seorang entrepreneur berpikir. Lakukan beberapa langkah ini!

Pertama, cobalah mengemban tanggung jawab lebih atas keputusan penting yang Anda buat. Entrepreneur adalah orang yang menciptakan sesuatu yang semula tiada menjadi ada. Sebagai karyawan Anda sebatas menjalankan semua tugas atasan, tapi menjadi wirausahawan berarti berpikir baik buruknya kontribusi tugas tersebut.

Seorang entrepreneur tak hanya bertanggung jawab untuk kesejahteraan dirinya sendiri, tapi juga harus kesejahteraan usahanya atau bahkan kesejahteraan tim usaha. Satu keputusan berarti satu tanggung jawab yang akan mempengaruhi semuanya.

Kedua, selaraskan visi jangka pendek dengan jangka panjang. Seorang karyawan biasanya fokus kepada hal-hal yang bersifat jangka pendek saja. Namun, seorang wirausahawan harus membangun visi jangka pendek dan jangka panjang, lalu menjalankannya bersamaan. Jangan pernah bermalas-malasan untuk mewujudkan setiap visi dan ide brilian yang sudah terlintas di benak Anda.

Ketiga, ingatlah: ketidaknyamanan adalah zona nyaman Anda. Liarkanlah otak Anda, lalu tantang untuk berpikir “out of the box”. Jangan hanya ide, tapi berusahalah untuk mewujudkannya dengan cara yang terencana agar mendatangkan keuntungan. Berpikirlah Anda akan dipecat esok, maka jadikanlah ketidaknyamanan itu sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Keempat, jangan berhenti belajar. Menjadi karyawan berarti melakukan spesifikasi pekerjaan. Ilmu yang Anda pelajari juga tak akan jauh dari job-desc itu. Maka, belajarlah hal lain. Entrepreneur akan mengajari Anda melakukan proses pembelajaran seumur hidup.

Sebuah bisnis yang Anda jalankan sendiri tak akan langgeng tanpa proses pembelajaran yang dilakukan secara berkesinambungan. Belajar dari banyak hal akan membuat Anda lebih aware terhadap perubahan situasi yang terjadi secara signifikan.

Ya, jadilah karyawan berkualitas dan punya posisi tawar di luar “kotak” perusahaan tempat Anda. Yakinlah, perusahaan tak pernah menjamin keuangan Anda. Andalah yang menjamin keuangan Anda sendiri.

(Sumber: www.maxmanroe.com)

Bagikan melalui