Perkembangan investasi semakin mencuat setelah krisis ekonomi tahun 1998. Jika sebelumnya investasi belum populer dikarenakan suatu alasan, yaitu instrumen tabungan dan deposito masih memberikan suku bunga yang menarik melebihi tingkat inflasi. Sehingga investasi dalam bentuk perorangan belum begitu berkembang. Namun kondisi berbeda setelah tahun 1998, suku bunga tabungan dan deposito turun drastis, dan angka inflasi tinggi. Hal ini membuat banyak orang mengandalkan deposito dan tabungan untuk menyimpan dan menumbuhkan uangnya, karena nilai uang semakin turun karena inflasi.

Dalam melakukan investasi memang tidak semudah ketika orang membicarakannya. Ada banyak kendala saat menjalankannya, namun tetap ada solusi yang dilakukan. Berikut penjelasan dari Schroder Indonesia.

1. Dana Investasi yang Terbatas

Banyak orang beranggapan bahwa investasi memerlukan banyak uang (modal). Sementara itu. kondisi tidak memungkinkan karena penghasilan yang didapat setiap bulannya terbatas. Pada kenyataannya kebutuhan dana untuk berinvestasi tidak selalu seperti apa yang orang pikirkan. Misalnya, range uang yang harus dikeluarkan untuk berinvestasi reksadana, bisa dimulaidari Rp 100,- hingga Rp 300.000,-. Melihat hal ini menunjukkan bahwa investasi tidak selalu membutuhkan dana yang besar.

2. Pengetahuan Terbatas

Saat ini banyak media yang dapat digunakan sebagai sumber informasi. Termasuk mengenai investasi, ada banyak sumber infomasi yang dapat diperoleh baik melalui majalah, buku, internet, seminar-seminar, serta para pakar perencana keuangan. Karena itulah di era keterbukaan ini bagi Anda yang berniat untuk berinvestasi carilah sebanyak-banyaknya informasi, pelajari, dan cermati. Sehingga Anda memiliki banyak pengetahuan mengenai investasi, terutama pada jenis investasi yang diinginkan.

3. Administrasi yang Merepotkan

Investasi berkenaan dengan keuangan dan hal-hal seputar ekonomi di dalamnya, sehingga banyak orang memiliki kesan yang rumit pada investasi. Namun untuk jenis investasi reksadana, Anda cukup memiliki rekening dibank-bank yang menyediakan jasa pembelian produk reksadana. Setelah itu, cukup dengan melakukan pembelian di bagian Costumer Service, bahwa Anda ingin membeli produk reksadanan dan voila. Cukup mudah bukan.

Bagikan melalui