Lumrah saja jika seseorang merasa cemas saat terlilit hutang. Namun, pada kondisi seperti itu jangan sampai Anda bertindak gegabah. Para pakar keuangan memperingatkan Anda untuk tidak membuat masalah utang menjadi lebih buruk akibat kesalahan umum seperti:

1. Membayar cicilan utang kartu kredit hanya sebesar pembayaran minimum dari jumlah utang. Padahal hal ini hanya akan menumpuk bunga yang justru akan membuat masalah semakin memburuk.

2. Meminjam uang kepada teman atau keluarga biasanya bisa merusak hubungan Anda dengan orang-orang paling penting dalam hidup Anda. Terlebih jika Anda tidak bisa mengembalikan uang mereka.

3. Anda dapat terjebak oleh oknum penagih utang yang menuntut fee  atas pelayanan yang mereka janjikan, misalnya keringanan pembayaran utang Anda. Namun, ketika Anda sudah membayar fee tersebut, keringanan utang yang dijanjikan tidak Anda dapatkan.

4. Memanfaatkan pinjaman baru dengan bunga yang tinggi untuk melunasi utang dengan suku bunga yang lebih rendah patut dihindari. Jika Anda membuat pinjaman baru untuk membayar utang sama saja dengan gali lubang tutup lubang. Hal ini justru akan meningkatkan jumlah utang yang harus Anda lunasi.

5. Menyatakan diri bangkrut atau pailit. Kondisi ini justru akan menimbulkan konsekuensi yang lebih parah untuk masa depan keuangan Anda. Misalnya, karena “kebangkrutan” Anda sudah tercatat di berbagai bank, kelak Anda malah akan kesulitan mengajukan aplikasi kartu kredit baru atau pinjaman tunai.

Sumber: tabloidnova.com

 

Bagikan melalui