Kita tentu acap kali mendengar adanya berita tentang seseorang yang bangkrut atau bahkan mengalami sisa hidup yang sengsara karena terlilit hutang dalam jumlah besar. Ya, hutang kini telah menjadi salah satu momok bagi banyak masyarakat hingga banyak sekali yang sebisa mungkin menghindarinya. Hutang sendiri sebenarnya adalah hal yang lumrah bagi siapapun yang ingin memenuhi kebutuhannya namun dalam suatu waktu tidak memiliki jumlah uang yang diharapkan sehingga memilih untuk meminjam uang dari suatu instansi atau seseorang. Yang menjadi masalah adalah, banyak sekali orang yang memilih untuk berhutang hanya demi memuaskan keinginan memiliki suatu barang tanpa memperhitungkan pemasukan dan pengeluarannya. Disinilah awal dari bencana terjerat hutang yang menyengsarakan dan dihindari oleh banyak orang.
Untuk menghindari masalah terlilit hutang, ada baiknya kita harus mengenali ciri-ciri tentang bagaimana orang-orang yang memiliki masalah hutang. Jika kita ternyata memiliki ciri-ciri di atas, maka kita dapat sesegera mungkin memperbaikinya agar masalah hutang ini tidak menjadi masalah yang lebih besar.
Ciri pertama orang yang mulai terlilit hutang dapat dilihat dari uang tabungan yang dimiliki. Jika tabungan kita justru dipakai untuk membayar berbagai macam pengeluaran harian, maka anda sebaiknya mulai berpikir apakah keuangan anda masih sehat. Kemudian, jika sekitar 15 hingga 20 persen pendapatan anda yang seharusnya dapat anda alokasikan sebagai uang belanja atau ditabung, namun justru anda pergunakan untuk membayar hutang di luar biaya kredit rumah, maka bisa jadi anda mulai terlilit hutang. Dengan ada banyaknya pos-pos pengeluaran yang anda keluarkan di luar belanja ataupun kredit rumah yang penting, maka bisa jadi pengeluaran anda telah melebih pendapatan. Bahkan, beberapa orang justru menggunakan kartu kreditnya untuk menutupi pengeluaran yang sebelumnya bisa anda tangani dengan uang tunai, yang berarti, pengeluaran anda sudah tidak dapat anda kendalikan kembali.
Sumber: tabloidnova.com

