1. Jika Anda mendapati ketentuan polis yang masih tidak dapat dipahami langsung saja tanyakan kepada agen. Sebuah polis suransi memang ditulis dengan bahasa hukum yang cukup berbelit-belit dan sukar untuk dipahami. Jika masih ada beberapa hal yang sulit untuk dipahami Anda dapat meminta agen atau perusahaan asuransi memberikan jawaban tertulis. Dengan mendokumentasikan hal ini maka Anda akan merasa lebih tenang, apabila sewaktu-waktu mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan kalimat yang tertera dalam polis.
  2. Perlu diketahui masa awal dan masa akhir polis, jumlah dan tanggal jatuh tempo, masa tenggang (grace period), dan masa pemulihan (reinstatement period). Apabila asuransi yang Anda beli adalah asuransi berjangka maka peajari apakah terdapat klausul perubahan (conversion), di mana Anda dapat mengubahnya menjadi polis permanen tanpa bukti insurabilitas tambahan. Apabila memang ada perlu diketahui sampai kapan dapat diberlakukan dan apa saja syaratnya.
  3. Namun jika Anda membeli polis seumur hidup, maka pelajari utang polis. Berapa lama waktu pinjaman dan tingkat suku bunga yang dikenakan.
  4. Pelajari pula mengenai perubahan program (plan). Sebagian besar polis asuransi memiliki kemungkinan mengganti program asuransi lain yang memiliki premi lebih besar. Mungkin Anda membutuhkannya apabila kebutuhan asuransi Anda berubah atau perusahaan asuransi Anda mengeluarkan produk baru yang lebih seuai dengan kebutuhan Anda. Jika perusahaan asuaransi Anda tidak mengatur secara jelas mengenai hal ini, sebaiknya tanyakan kepada agen atau perusahaan asuransi dan meminta penjelasan secara tertulis.
  5. Paling akhir adalah mempelajari dan memahami mengenai klaim. Ketahui siapa yang perlu dihubungi apabila terjadi klaim, persyaratan apa sja yang perlu diajukan atau dilengkapi, serta berapa lama pihak asuransi akan memproses klaim Anda.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com

Bagikan melalui