2. Diversifikasi

Dalam hal ini diversifikasi pada intinya adalah meletakkan dana ke dalam beberapa jenis asset seperti investasi logam emas, saham, properti, deposito, atau surat utang. Penyebaran ini dilakukan sebagai salah satu strategi dalam mengatur resiko, serta memastikan salah satu dari investasi mengalami kerugian, sementara investasi lainnya mengalami keuntungan. Sehingga beban terasa berkurang dan tetap melanjutkan investasi di mana aset tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik.

3. Memilih Jenis Investasi yang Tepat

Ada berbagai jenis investasi yang dapat Anda pilih diantaranya saham, obligasi, reksadana, emas, properti, dan lainnya. Pilihlah yang sesuai dengan kemampuan, serta pertimbangkan potensi resiko dari setiap jenis investasi. Setiap jenis investasi memiliki resiko yang berbeda-beda, begitu pula keuntungan yang diperoleh. Berdasarkan potensi resiko dan hasilnya, diantara deposito, obligasi, saham, dan reksadana, saham memiliki resiko dan keuntuangan tertinggi.

4. Mulailah dengan Modal Investasi yang Lebih Kecil

Anda dapat memulai investasi dengan modal yang lebih kecil. Hal ini sebagai salah satu hal untuk menumbuhkan rasa percaya diri Anda dalam berinvestasi. Dapat dimulai dengan investasi yang sudah terjamin dan memiliki performa yang baik selama lima hingga10 tahun terakhir. Belilah dengan jumlah sedikit demi sedikit, namun konsisten. Apabila merasa kesulitan dalam hal ini, Anda dapat bertanya kepada konsultan keuangan.

5. Jangan Memonitor Investasi dengan Ketat

Apabila Anda terus-menerus memantau perkembangaan investasi, justru akan mudah merasa takut dan cepat-cepat meragukan keputusan dalam berinvestasi. Perlu diperhatikan kembali bahwa investasi bertujuan untuk menumbuhkan uang dalam jangka panjang. Anda dapat memantau perkembangan investasi setiap bulan atau kuartal. Perlu diingat pula bahwa goal Anda adalah nilai investasi tersebut dalam 10, 20, atau 30 tahun dari sekarang.

Bagikan melalui