Simak pula manfaat lain ketika Anda mengambil deposito valuta asing sebagai tabungan sekaligus investasi.

  • Akan terlindung dari nilai fluktuasi rupiah

Dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2015 ini rupiah cenderung mengalami fluktuasi yang tidak stabil terhadap mata uang asing. Tidak hanya di tahun ini, namun kondisi ekonomi secara global pun menyebabkan fluktuasi rupiah dalam beberapa tahun ini sering melemah terhadap mata uang asing. Dengan kepemilikan deposito dalam bentuk valas tentu saja deposito Anda akan tetap terlindungi dari fluktuasi rupiah yang cenderung tidak stabil. Tidak hanya itu bagi Anda yang memiliki rencana untuk memberikan pendidikan ke luar negeri bagi anak, deposito dalam bentuk valas menjadi pilihan yang memudahkan. Atau ketika Anda memiliki rencana liburan ke luar negeri, adanya fluktuasi rupiah tidak akan berimbas pada deposito Anda.

  • Suku bunga tentunya berupa valas

Meskipun cenderung rendah suku bunga yang ditawarkan untuk deposito valas jika dibanding dengan deposito rupiah, namun bunga yang akan diberikan tentu saja dalam bentuk valas. Namun suku bunga dalam deposito valas cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan dalam bentuk valas. Dan Anda akan menikmati keuntungan yang lebih ketika nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap mata uang asing.

  • Memiliki perpanjangan waktu otomatis

Dalam produk deposito valas, sebagian besar bank menawarkan fasilitas perpanjangan secara otomatis, yaitu ARO atau Automatic Roll Over. Sehingga dana deposito Anda akan diperpanjang saat melewati masa jatuh tempo. Sehingga Anda pun tidak perlu melakukan perpanjangan bahkan memasukkan kembali dana tersebut ke dalam deposito.

Dengan memiliki deposito valuta asing, secara tidak langsung Anda telah memilih sarana investasi yang cukup menguntungkan, tanpa harus berpikir ulang mengenai resiko. Selain itu, dengan bentuk deposito valuta asing maka Anda tidak perlu khawatir jika terjadi pelemahan rupiah terhadap mata uang asing, karena deposito Anda tidak akan terpengaruh. Tentunya lebih menguntungkan bukan?

Sumber: www.cermati.com

Bagikan melalui