Menabung dalam bentuk emas diminati banyak orang karena emas merupakan aset yang aman dan stabil. Menyimpan emas tidak memerlukan ketrampilan, jika dibanding dengan jika Anda mengambil investasi dalam bentuk saham, reksadana dan lain-lain yang memerlukan perhatian khusus. Lalu, mengapa emas disebut paling layak digunakan sebagai pelindung nilai?
Pertama, tidak ada counterparty risk dalam emas. Ketika Anda memegang emas, Anda memegang tangible asset yang tidak tergantung pada orang lain. Keberadaan tangible asset akan menjadi semakin penting pada saat terjadi krisis keuangan.
Kedua, konsistensi daya beli. Andaikan harga emas turun menjadi USD 500 per troy oz, sangat dipastikan harga komoditi pokok seperti gandum, minyak dan kebutuhan lain ikut turun. Data statistik menyatakan ada korelasi yang nyata antara harga emas dengan harga komoditi-komoditi yang dibutuhkan manusia. Jika harga emas turun, Anda tidak akan mengalami penurunan kemakmuran karena Anda tetap dapat membeli barang-barang kebutuhan dengan jumlah emas yang sama.
Ketiga, tidak tergantung pada kebijakan pemerintah. Nilai dan jumlah uang kertas bergantung pada kebijakan pemerintah dan birokrat di masing-masing negara, sementara nilai emas tidak bergantung pada kebijakan pemerintah. Jika Anda memiliki emas, tidak perlu mencemaskna kebijakan pemerintah mengenai suku bunga dan sebagainya.
Keempat, aset yang berada di luar sistem perbankan. Dengan memiliki emas, kita bisa memiliki aset yang tidak bisa dipengaruhi oleh sistem perbankan sama sekali. Padahal, bukankah perbankan di seluruh dunia selalu dihantui krisis dari waktu ke waktu.
Dari beberapa kelebihan tersebut, masyarakat semakin sadar bahwa menyimpan emas itu cenderung aman. Banyak investor yang mengatakan bahwa tidak ada instrumen investasi yang dapat melindungi nilai investasi sebaik emas.
Sumber: 2012, Sholeh Dipraja dalam ‘’Pasti Kaya dengan Investasi Emas’’ halaman 32-39

