Bagi yang merayakanya, momen lebaran tentu adalah suatu moment yang perlu dirayakan sehingga akan membutuhkan lebih banyak biaya. Kebutuhan pakaian baru misalnya, menjelang lebaran tentu kita akan membeli beberapa pakaian baru. Pokoknya pada hari raya kita ingin tampil menawan dan berbeda dari lainnya. Kita berlomba-lomba untuk tampil cantik atau tampan. Rumah pun akan kita hias dan tampilkan sebaik mungkin. Maka tak heran sikap konsumtif kita menjelang lebaran dimanfaatkan oleh sejumlah pebisnis.
Inilah yang harus kita waspadai. Tabungan masa depan bisa di ambang masalah kalau kita tidak mengontrol moment ini. Jangan sampai jadi gila belanja hanya karena menjelang hari raya. Apalagi dimana-mana akan kita jumpai diskon di tempat-tempat belanja. Kalau kita mudah tergoda, tidak hayal kalau yang awalnya tidak ada minat membeli menjadi tertarik untuk membeli.
Saat menjelang hari raya, pasti sering kita lihat diskon yang menggiurkan. Diskon bisa up to 70 persen atau kamu bisa mendapatkan potongan Rp 100 ribu untuk pembelanjaan minimal Rp 450 ribu. Untuk diskon up to 70 persen sebenarnya tidak ada diskon yang benar-benar mencapai 70 persen.
Jika ada, perusahaan pasti akan mengalami kerugian. Kenapa dibilang 70 persen? Hal ini disebabkan karena konsumen menyukai diskon yang besar. Semakin besar nilai diskonnya, maka konsumen akan senang hati membelanjakan uangnya. Hal inilah yang kemudian dipikirkan oleh e-commerce, departement store, dan online shop.
Salah satu langkah yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi hal ini adalah membawa uang secukupnya. Kalau kita batasi uang yang kita bawa untuk belanja, maka hal itu akan dapat membantu kita untuk lebih fokus pada target belanja yang kita butuhkan. Kalau perlu jangan membawa kartu kredit. Membawa kartu kredit hanya akan membuatmu merasa aman saat berbelanja. Karena kamu tidak perlu memikirkan pembayaran pada saat itu.
#tabunganmasadepan




