Rezeki sudah ada yang mengatur. Begitu seringkali orang bilang mengenai rejeki. Tapi masalahnya kita tidak pernah tahu bagaimana cara Tuhan mengatur rejeki manusia. Apakah itu diberikan sekarang juga dengan jumlah yang banyak agar kita dapat menyekolahkan anak-anak kita lima tahun lagi, atau diberikan pada waktunya nanti ketika kita membutuhkan. Maka tidak bijak jika kita menghabiskan rejeki yang saat ini sedang melimpah, karena kita tidak pernah tahu rejeki itu untuk apa dan untuk siapa diberikan kepada kita.

Maka dari itu kita diberi akal untuk dapat mengira-ngira kebutuhan kita yang akan datang. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan hewan pada umumnya. Dimana kita mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan masa depan.

Memiliki tabungan masa depan adalah cara terbaik untuk dapat menjamin masa depan kita. Walaupun kita akan mendapat dana pensiun di masa yang akan datang, kita tidak pernah tahu apakah dana itu akan cukup atau tidak.

Perencanaan keuangan juga menghindarkan kita dari membuang-buang uang untuk produk keuangan yang salah. Misalnya saja kita membutuhkan tabungan yang mendapat bunga dan nilainya terus berkembang namun kita membuka tabungan biasa. Maka langkah ini kurang tepat karena tabungan biasa justru akan dikenai biaya bulanan atas jasa kemudahan yang ditawarkanya. Sebaliknya, bukalah tabunga deposito berhadiah dari BPR Jawa Tengah dimana uang kita akan terus berkembang sesuai jangka waktu yang diambil.

Perencanaan keuangan juga tidak selamanya soal materi atau soal uang. Tapi juga soal keseimbangan. Jika dirasa kita sudah memiliki tabungan masa depan yang cukup untuk kesejahteraan kita di masa depan, tidak ada salahnya kita menggunakan sebagian uang kita untuk bersenang-senang saat ini.

Bagikan melalui