Apakah Anda tahu istilah “inflasi”? Inflasi adalah hantu yang mengambil uang Anda tanpa Anda sadari. Ia adalah semacam karat yang menggerogoti nilai uang Anda dari waktu ke waktu. Ya, jika Anda merasa uang Rp 100.000 tak mampu lagi membeli sepatu yang sama yang Anda beli 10 tahun lalu, itulah inflasi.
Inflasi telah menjadi momok tiap pengusaha dan pekerja di seluruh dunia. Ia menyebabkan kenaikan biaya dan krisis keuangan. Tiada yang berdaya menghadapinya. Tak ada pula yang mampu menghentikan inflasi, karena tiap waktu biaya kian naik. Maka, satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan adalah mengantisipasinya.
Pahamilah bagaimana inflasi memang mempengaruhi daya beli Anda, dan mulailah membangun strategi efektif untuk dapat melindungi keungan Anda. Lakukan persiapan menghadapi kenaikan harga sebagai dampak inflasi. Bagaimana caranya?
Pertama, pelajarilah seni berinvestasi. Investasi adalah cara terbaik melindungi tabungan Anda dari efek inflasi. Ambillah risiko dengan menempatkan uang Anda pada saham dan obligasi. Bersamaan dengan itu, mulailah lebih memperhatikan berita dan tren keuangan untuk membatasi risiko dan agar Anda tidak tertipu dengan investasi tak bertanggung jawab.
Melalui investasi, keuangan pribadi Anda akan tumbuh lebih cepat dibandingkan Anda menaruh uang di rekening bank.
Kedua, carilah suku bunga tetap. Ketika inflasi datang, perjalanan waktu cenderung menjadi musuh terbesar Anda. Ketika harga terus naik, grafik iuran rutin dan biaya sebagian besar transaksi lain pun setali tiga uang.
Nah, suku bunga tetap menjaga iuran rutin Anda dari kenaikan harga akibat inflasi dengan menjaga proporsi dari tabungan Anda. Entah itu KTA, rekening tabungan, atau investasi lainnya, Anda harus menemukan layanan yang memberikan suku bunga tetap bagi Anda.
Ketiga, belilah sebuah rumah. Memiliki sebuah bangunan tempat tinggal yang dibangun di atas sebidang tanah atas nama Anda berarti memiliki aset konkret yang dapat diwariskan atau untuk tujuan lain. Jika Anda tidak mampu membeli properti dengan uang tunai, carilah KPR untuk mendapatkan pinjaman dana.
Terakhir, buatlah rencana keuangan dan berhematlah. Aturlah anggaran pendapatan Anda dengan bijak dan sisihkan sebagian untuk dana darurat. Pertahankanlah gaya hidup sehat dan temukan asuransi kesehatan terbaik. Selain itu, cobalah untuk menyederhanakan pengeluaran Anda.
(Sumber: www.halomoney.co.id)




