Sebagian orang masih bingung antara tabungan pendidikan dengan asuransi pendidikan. Meski keduanya biasanya diambil para orang tua sebagai wujud kepedulian dengan pendidikan buah hati di masa mendatang, tapi jika salah pilih, maka tujuan awal bisa saja tidak tercapai.

Tabungan adalah produk untuk menabung yang dapat menjaga keutuhan modal awal. Namun, imbal hasilnya pasti tidak tinggi. Sedangkan asuransi merupakan produk proteksi untuk melindungi keuangan keluarga apabila kepala keluarga yang menjadi tulang punggung meninggal dunia atau menderita cacat total permanen. Jadi, tabungan adalah untuk menabung, sedangkan asuransi untuk proteksi.

Lalu, apa itu sebenarnya asuransi pendidikan? Asuransi pendidikan pada dasarnya adalah kombinasi produk asuransi jiwa berjangka dan tabungan. Fitur utama sebenarnya adalah asuransi jiwa yang akan membayarkan uang pertanggungan apabila si tertanggung meninggal dunia sebelum anak masuk perguruan tinggi. Fitur tambahannya adalah tabungan Anda.

Dalam mempersiapkan dana pendidikan bagi anak sebenarnya tidak hanya dengan mengikuti asuransi atau tabungan pendidikan. Di dunia investasi, Anda bisa menggunakan reksadana untuk tujuan pendidikan. Yang terpenting, ada beberapa hal yang harus Anda tahu dalam mempersiapkan dana pendidikan.

Pertama, tentukan sekolah mana yang ingin Anda tuju dan hitung kebutuhan biayanya. Lakukan riset ataua tanyakan kepada perencana keuangan mengenai hal itu. Lalu hitung kebutuhan biaya nanti dengan memasukkan inflasi sebesar 10-15 persen per tahun.

Kedua, periksa kembali tabungan atau investasi yang sudah Anda persiapkan. Jika dananya belum cukup atau bahkan belum ada sama sekali, maka mulailah mempersiapkan.

Ketiga, sesuaikan produk keuangan yang dipilih dengan jangka waktu kebutuhannya. Ingatlah, masing-masing produk keuangan memiliki karakter dan fungsi yang berbeda.

Keempat, beli proteksi asuransi jiwa murni yang akan memberikan jaminan apabila kepala keluarga meninggal dunia dan tidak dapat meneruskan investasi.

Bagikan melalui