Meninjau aliran kas atau cash flow saja untuk mengelola atau mengambil kebijakan dalam suatu usaha tentu memiliki beberapa keterbatasan. Namun, bukan berarti aliran kas adalah hal remeh-temeh yang bisa kita sepelekan begitu saja. Dibalik keterbatasannya, cash flow juga mempunyai manfaat yang akan sangat berguna bagi Anda.
Hal yang paling utama, tentu saja dengan mempelajari keterbatasan cash flow, Anda akan tahu apa saja yang perlu diwaspadai dari kebijakan yang semata berorientasi pada aliran kas ini, terkhusus bagi Anda yang berada di tataran managerial suatu bisnis.
Lalu, apa saja keterbatasannya? Pertama, komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai. Penerimaan dan pengeluaran non-tunai biasanya tidak tercatat dalam aliran kas.
Kedua, perusahaan biasanya hanya berpusat pada target, dan itu bisa saja menjadi sangat kurang fleksibel, karena pada dasarnya sebuah usaha juga harus dilihat dari proses hingga hasil akhirnya untuk mengambil suatu kebijakan.
Dan, terakhir, apabila terdapat perubahan situasi internal maupun eksternal perusahaan, tentu hal tersebut dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan. Nah, situasi itu tentu akan menjadi penghambat, sebab manager hanya akan fokus pada budget kas. Situasi itu misalnya, kondisi ekonomi yang kurang stabil atau keterlambatan customer dalam memenuhi kewajibanya.
Lalu, apa pentingnya cash flow management? Manfaat menyusun estimasi cash flow dalam suatu usaha, terkhusus bidang managerial, tentu saja akan memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
Selain itu, dengan menilik keterbatasannya, estimasi cash flow bisa menjadi dasar, bersama dengan estimasi lain, untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
Dan, yang paling penting, estimasi aliran kas akan sangat membantu manager mengambil keputusan atas kebijakan finansial. Sementara bagi kreditur, perkiraan itu berfungsi menakar kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya.
Sumber: ilmumanajemen.wordpress.com




