DI tengah naik daunnya investasi properti, kini banyak sekali orang yang ingin mencoba berinvestasi di bidang ini, karena tergiur keuntungan yang besar. Satu hal yang harus dicermati dalam berbisnis properti akan ditemui beberapa resiko dan kendala layaknya kebutuhan modal yang besar. Jika Anda bukanlah orang yang terlahir kaya, maka tentu akan sulit jika ingin memulai bisnis properti dengan modal pribadi. Harga properti yang terus bertumbuh pesat tentu akan sulit jika diimbangi dengan neraca keuangan Anda. Maka, salah satu keahlian paling penting yang harus dimiliki investor properti adalah pendanaan (fund).
Seperti kata Robert T. Kiyosaki, kunci penting untuk sukses dalam bisnis properti adalah find, farm, dan fund. Find adalah keahlian mencari properti berpotensi jadi aset. Farm ialah keahlian mengembangkan properti agar pasif income semakin besar. Nah, fund adalah keahlian mencari sumber dana guna membeli properti incaran.
Dari mana saja kita bisa mendapatkan sumber dana? Lihatlah ke sekeliling kita. Ada banyak cara memperolehnya dengan mudah.
Pertama, pinjaman dari keluarga. Keluarga adalah hubungan bagian penting dalam hidup kita yang seharusnya terus kita pertahankan, karena ketika mengalami musibah, merekalah yang pasti bersedia membantu kita. Maka, “manfaatkanlah” kedekatan tersebut secara bertanggung jawab.
Keluarga mungkin menjadi orang yang paling mengetahui masalah, kondisi, serta rencana yang sedang kita buat. Jika Anda sudah menentukan properti yang Anda anggap memberikan keuntungan dan cashflow yang baik, itulah saatnya Anda menceritakan ide tersebut kepada keluarga terdekat.
Tujuan utama menceritakan gagasan itu adalah untuk meyakinkan mereka dengan rencana investasi Anda. Jika mendapat lampu hijau, buatlah perjanjian sistem pembayaran yang akan Anda lakukan untuk mengangsur utang tersebut. Jelaskan dengan detail dan meyakinkan.
Keluarga terdekat yang berpotensi untuk menjadi sumber dana pinjaman adalah orang tua, saudara kandung, dan mertua.
Kedua, pinjaman dari rekan, teman, atau sahabat. Temuilah mereka yang Anda anggap dapat membantu mendanai pembelian properti yang Anda lakukan. Yakinkan mereka akan potensi investasi Anda. Jelaskan maksud dan rencana Anda kepada mereka dan jangan lupa membuat perjanjian sistem pelunasan yang akan Anda lakukan untuk membayar utang Anda nantinya.
Ketiga, pinjaman dari instansi tempat Anda bekerja. Tanyakanlah, apakah instasi tempat Anda bekerja menyediakan dana pinjaman. Lebih bagus jika memang ada pinjaman khusus untuk dana pengadaan rumah karyawannya.
Mudah, bukan? Segeralah hubungi mereka.
Sumber: usahaproperti.com

