Dalam memulai sebuah usaha atau bisnis, pemasaran memang satu hal yang penting dalam rangka untuk menghasilkan omset yang semakin hari semakin mengalir. Namun bukan berati urusan menajemen dikesampingkan bukan? Saat menjalankan sebuah bisnis terkadang orang terobsesi untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Hal ini ditempuh dengan berbagai promosi dan strategi pemasaran. Akan tetapi terkadang para pelaku bisnis kecil ini lupa akan masalah yang mendasar kaitannya dengan pondasi dalam bisnis.

Hal tersebut adalah manajemen keuangan. Sebuah usaha kecil apabila tidak juga menunjukan tanda-tanda berkembang menjadi besar, akan terkesan bahwa uasaha tersebut semakin hari semakin merugi. Hal ini dapat disebabkan oleh arus kas (cash flow) keuangan yang buruk. Di sinilah manajemen keuangan akan berperan agar bisnis merangkak naik.

Terdapat beberapa aturan dalam menjalankan manajemen cash flow keuangan khususnya untuk wirausaha kecil menengah.

  • Beli Barang Secara Tunai, dan Jual Tunai

Dalam hal ini ketika Anda membeli barang secara tunai dari supplier, maka Anda pun akan menjualnya kembali dengan pembayaran tunai dari konsumen. Dengan cara ini akan menjaga arus kas berada pada angka yang stabil.

  • Beli Barang dengan Sistem Tempo, dan Jual dengan Tunai

Para supplier terkadang memberikan batas waktu tertentu untuk pembayaran produk yang telah dibeli oleh distributor. Sistem ini justru akan menguntungkan. Anda dapat menggunakan uang tunai yang telah dibayarkan oleh konsumen untuk dibayarkan kembali pada pihak supplier.

  • Beli Barang Tempo Panjang, dan Jual dalam Tempo yang Lebih Singkat

Apabila Anda memperoleh kelonggaran dalam pembayaran kepada supplier, misalnya untuk produk yang dijual dalam waktu satu bulan, maka Anda pun dapat memperbolehkan konsumen untuk membeli produk dari Anda dengan sistem yang sama. Namun berikan batas waktu pembayaran, misalnya dalam waktu satu minggu atau kurang dari satu bulan.

Sumber: readerdigest.co.id

Bagikan melalui