Berdasarkan financial check up, Anda akan sadar akan kekayaan atau nett worth yang sebenarnya. Bisa jadi Anda memiliki nett worth yang mencapai satu juta, satu miliar, atau hanya 300 ribu uang yang ada di rekening.
Tidak hanya itu financial check up pun akan memperlihatkan manfaat dari gaji yang kita terima. Mungkin selama ini Anda merasa memiliki pengeluaran yang bisa-biasa saja, namun dengan lifestyle expense yang besar, seperti menonton bioskop, jalan-jalan, makan-makan, atau lainnya ternyata bisa mencapai 30 % dari gaji. Hal ini mungkin tidak harus secara langsung dihentikan semua, akan tetapi diperlihatkan mana yang menjadi skala prioritas. Misalnya apakah mau menyisihkan dana untuk kebutuhan sekolah anak, atau melanjutkan lifestyle expense yang besar tersebut.
Berbeda dengan orang yang memiliki good money habbit dan sudah menjalankannya, dia akan melihat prioritas dengan lebih jelas. Tidak hanya itu, ia pun dapat mengukur kemampuan keuangannya dari gaji yang diperoleh, misalnya untuk memenuhi kebutuhan harian, dan berapa bayak yang dapat ditabung. Apabila ada keinginan yang ingin dicapai maka akan semakin giat dalam menyisihkan uang. Hal ini harus benar-benar dibiasakan agar terbangun sebuah kebiasaan atau building habbit.
Namun hal yang perlu diingat dalam membuat perencanaan keuangan adalah dengan menetapkan satu tujuan. Misalnya tujuan jangka panjang seperti dana pensiun nanti. Dalam mencapainya dapat dilakukan dengan menanamkan investasi. Ada beberapa jenis investasi bagi para pemula, seperti reksa dana. Jenis ini menjadi salah satu yang paling mudah, karena dengan adanya Manajer Investasi, uang Anda akan dikelola dalam beberapa alokasi investasi, yang kemudian memberikan hasil. Sementara itu bagi investor besar yang sudah terbiasa dengan dunia investasi, biasanya uang akan dimanfaatkan untuk jual beli saham atau surat berharga, membeli apartemen, atau rumah kemudian disewakan, atau terjun dalam dunia bisnis, misalnya dengan mencoba waralaba.
Sumber: readerdigest.co.id




