Asuransi jiwa whole life merupakan asuransi yang mampu memberikan proteksi atau perlindungan seumur hidup. Jenis asuransi ini memiliki keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan asuransi berjangka. Meski memiliki proteksi seumur hidup, dalam penerapannya polis asuransi ini akan membatasi hingga jatuh tempo pada batas usia 95 hingga 100 tahun. Sehingga apabila polis telah memasuki masa jatuh tempo, maka uang pertanggungan akan diberikan kepada Anda sesuai dengan ketentuan jumlah nominalnya.

Asuransi whole life memiliki sifat premi yang tetap maupun berubah-ubah, baik itu premi tunggal, maupun premi bertahap, misalnya 5, 10, atau 15 tahun. Sementara itu kategori premi tunggal memiliki pembayaran premi yang lebih murah jika dibandingkan dengan premi bertahap.

Asuransi whole life merupakan asuransi jiwa permanen yang memiliki komponen tabungan dengan nilai (cash value) atau nilai tebus (cash surender value). Pada tahun awal, nilai tunai tersebut memang masih sedikit, namun jumlahnya akan meningkat dengan cepat setelah beberapa tahun pertama. Sementara itu, besar kecilnya tunai dipengaruhi oleh besarnya bagian premi yang disisihkan untuk nilai tunai, biaya akuisisi seperti komisi agen dan lainnya, biaya asuransi, dan tingkat pengembalian investasi.

Sedangkan nilai tunai polis berbeda dengan nilai pertanggungan. Nilai tunai merupakan jumlah uang yang yang didapatkan apabila Anda membatalkan polis yang diterima keluarga Anda jika Anda meninggal dunia.

Sumber: http://keuanganku.com

Bagikan melalui