3. Perhiasan emas
Jenis emas yang satu ini sudah populer dan lazim diperjualbelikan di masyarakat. Pada umumnya perhiasan emas digunakan sebagai aksesoris sehari-hari, terutama oleh wanita. Dengan bentuknya yang beraneka ragam menjadikan emas digemari wanita, mulai dari anting, kalung, cincin, gelang, bros, arloji, dan sebagainya. Sebagai salah satu jenis perhiasan tentunya desain emas ini selalu mengalami perkembangan. Terkadang tidak hanya emas saja, namun akan ditambahkan jenis bebatuan lain untuk mempercantik bentuknya. Hal inilah yang menjadikannya tetap dicari.
Emas yang sudah dibentuk dalam perhiasan tidak seratus persen terbuat dari emas, karena emas murni memiliki sifat yang lentur yang menjadikannya mudah patah. Terdapat logam campuran dalam pembuatan perhiasan emas. Campuran ini akan menghasilkan warna tersendiri pada perhiasaan. Selain itu, campuran logam inilah yang menjadikan harga perhiasan emas berbeda dengan emas murni 24 karat. Emas murni tidak memiliki nilai seni (desain) di dalamnya, sehingga harga emas ditentukan harga pasar emas yang berlaku. Sementara itu, saat membeli perhiasan emas akan dihitung berdasarkan kandungan emas, desain dan pembuatannya, serta merk. Namun saat menjualnya kembali, harga yang dikenakan hanyalah kandungan emas(berat)nya, sehingga nilai jualnya akan turun. Karena itulah emas dalam bentuk perhiasan kurang dianjurkan untuk dijadikan sebagai sarana investasi, karena keuntungannya sangat kecil. Namun masih tetap banyak yang menganggapnya sebagai salah satu barang investasi yang sangat bermanfaat karena berfungsi ganda, sebagai aksesoris dan dapat digunakan sebagai investasi.



