Ada banyak jenis-jenis investasi yang dapat diperoleh. Namun saat ingin memilihnya terkadang Anda akan dihadapkan pada masalah baru, mana investasi yang tepat untuk Anda. Dalam investasi, selain keuntunagn yang akan diperoleh, Anda juga akan dihadapkan pada resiko yang muncul di kemudian hari. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan bagi Anda. Maka mempelajari portofolio pada setiap jenis investasi harus benar-benar Anda lakukan. Berdasarkan hal tersebut akan terlihat di mana letak kelebihan dan kekurangannya.

Berikut ini beberapa jenis investasi dengan kelebihan dan kekurangannya:

1. Deposito berjangka

Deposito adalah jenis investasi dalam bentuk tabungan yang ditawarkan oleh pihak bank. Deposito adalah instrumen investasi dengan resiko yang kecil. Melalui deposito berjangka Anda akan menjaga nilai pokok dari uang yang diinvestasikan. Deposito memiliki suku bunga bank yang lebih besar dibanding produk tabungan biasa. Namun uang  yang telah disimpan hanya boleh ditarik nasabah setelah dalam jangka waktu tertentu.

Dalam bentuk investasi ini memiliki kelebihan diantaranya suku bunga yang lebih tinggi, yaitu sekitar 6 %, memiliki likuiditas tinggi, serta dapat dijaminkan untuk mendapatkan hutang dari bank yang sama. Selain itu dijamin pula oleh pemerintah. Selain itu, deposito berjangka akan aman dari penurunan nilai pokok, meskipun suku bunga akan bergerak naik turun. Sedangkan fluktuasi suku bungan bank hanya akan berpengaruh terhadap pendapatan bunga yang diterima, tidak akan ada penurunan atau kenaikan nilai pokok uang yang diinvestasikan.

Deposito juga dapat difungsikan sebagai alat investasi jangka panjang dan jangka pendek. Terdapat tiga pilihan jatuh tempo, yaitu satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun, dan dua tahun.

Namun deposito berjangka sebagai salah satu investasi juga memiliki kekurangan, yaitu dapat dikenai penalti apabila diambil sebelum jatuh tempo serta bunga yang dikenai pajak jika jumlahnya telah melebihi 7,5 juta.

Bagikan melalui