Pernahkah anda merasa bahwa anda telah berusaha untuk berhemat dan menabung sejumlah uang namun yang terjadi justru uang anda tetap habis seperti biasanya? Well, ternyata sebuah penelitian terbaru memang menunjukkan sebuah fakta baru tentang kebiasaan manusia dengan uang yang dipegangnya dimana ternyata kebanyakan orang tidak tahu bagaimana dan atas alasan apa mereka menghambur-hamburkan uangnya.

Sebagaimana kita ketahui, kebanyakan manusia memiliki kegemaran dalam berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Yang menjadi masalah adalah, kebanyakan dari manusia justru tidak dapat membedakan barang mana yang semestinya mereka beli karena kebutuhan dan barang mana yang hanya dibeli untuk memenuhi keinginan mereka. Dalam penelitian yang diungkap oleh Oxygen Media seri My Shopping Addiction pada bulan Oktober 2012, lebih dari 74 persen dari 1000 responden memberikan jawaban yang sangat mengejutkan dimana budaya materialistislah yang membuat mereka berperilaku konsumtif dan tidak mengerti alasan apa yang mendasari mereka menghamburkan uang untuk berbelanja.

68 persen dari responden tersebut bahkan dengan mudah dapat dipengaruhi adanya tanda potongan harga atau diskon yang disediakan oleh pusat perbelanjaan. Yang cukup mengejutkan adalah, kebanyakan responden ternyata telah menyadari jika sikap suka berbelanja mereka adalah suatu kegiatan yang konsumtif namun tetap saja mereka tidak mengetahui alasan dibalik sikap konsumtif tersebut.

Kebanyakan dari kaum pria biasanya tertarik untuk membuang uangnya pada benda-benda mahal seperti gadget, aksesori mobil atau motor,a atau bahkan mobil, sementara itu kaum wanita sangat menyukai barang seperti pakaian, sepatu, dan make-up meskipun mereka tidak akan memakai barang-barang yang telah dibeli tersebut.

Yang menjadi masalah adalah, kebanyakan dari responden justru semakin kecanduan dalam berbelanja dengan terus memakai kartu kredit, yang tentu saja dapat memberikan beban tagihan pada mereka nantinya. Banyak pula orang yang termotivasi menambah jam kerja mereka hanya sekadar mendapatkan uang lebih untuk kembali mereka pergunakan dalam kegiatan berbelanja.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita harus lebih bijak dalam menentukan apa saja yang baiknya dapat kita belanjakan namun tanpa melupakan esensi dimana kita haruslah dapat membedakan barang mana yang memang kita butuhkan dan barang mana yang ternyata tidak terlalu kita butuhkan.

Sumber: http://wolipop.detik.com

Bagikan melalui