Terdapat sebanyak 730 produk reksadana dari berbagai jenis yang ditawarkan di Indonesia. semuanya dapat dibeli langsung kepada manajer investasi penerbit reksadana, atau sejumlah agen penjualan reksadana resmi seperti perbankan.

Dengan banyaknya jumlah produk reksadana, sehingga Anda akan ditantang untuk menentukan mana yang akan dibeli. Bahkan prospektus dapat diperoleh via manajer investasi atau pun agen penjualan. Hal tersebut tentunya bisa membingungkan karena ada 730 prospektus. Karena itu dibutuhkan daftar jenis-jenis reksadana, kemudian pilihlah berdasarkan berbagai pertimbangan.

Untuk mengurangi kebingungan Anda dalam memilih reksadana yang akan dibeli, ada beberapa saran berikut yang dapat Anda lakukan.

1. Jujur pada Sendiri

Mulailah dengan produk investasi reksadana dengan berlaku jujur atas tingkat kenyamanan Anda terhadap investasi, artinya jika Anda memang orang yang konservatif, maka nyatakan hal tersebut. Namun jika Anda bertipe risk taker alias agresif, tanyakan seberapa besar atau sebarapa dalam resiko yang bisa benar-benar diterima. Selain itu, tanyakan pula lika-liku pasar yang sangat dinamis. Pertimbangkan pula social screening, artinya jika Anda memiliki prinsip tertentu, misalnya menolak perusahaan tembakau atau alkohol yang tidak sesuai dengan aturan agama Anda, maka lakukanlah.

2. Jangan Menempatkan Semua Investasi Reksadana dalam Satu Jenis

Prinsip utama dalam berinvestasi, selain resiko yang tinggi dan high return, adalah jangan meletakakan semua jenis investasi dalam satu keranjang, termasuk pula saat berinvestasi reksadana. Untuk itu Anda bisa memilih lebih dari satu jenis reksadana dengan tingkat resiko yang bertingkat mulai dari yang rendah, aman, menengah, hingga tinggi. Dengan demikian, setiap produk reksadana yang dimiliki akan saling menguatkan fundamental investasi Anda.

3. Performa Masa Lalu Bukanlah Jaminan

Ada banyak informasi mengenai reksadana, terutama mengenai performanya di masa lampau. Hal tersebut tidak menjadi jaminan performanya saat ini. Maka harus selalu update informasi perkembangan reksadana. Karena tidak sedikit produk reksadana yang menunjukkan performa yang prima selama tiga tahun, secara tiba-tiba menunjukkan performa yang negatif.

4. Biaya yang Diperlukan

Membeli dan menjual reksadana bisa jadi menimbulkan biaya, namun bisa pula tidak. Karena itu, perhatikan dengan benar produk reksadana yang akan dibeli, serta berapa biaya-biaya yang harus Anda tanggung dalam proses jual beli. Semakin kecil biaya tentu lebih baik, karena pada akhirnya Anda harus menghitung nilai investasi dari awal, Return of Investment yang Anda dapatkan, serta biaya yang harus dikeluarkan.

Bagikan melalui