Menjadi seorang mahasiswa selain untuk belajar di kampus juga harus belajar dalam mengatur keuangan. Sebagian mahasiswa ada yang bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, namun untuk sebagian yang lainnya kebutuhannya telah dipenuhi oleh kedua orangtuanya.
Perihal keuangan, sebagai mahasiswa harus bisa menyisihkan uang yang telah didapatkan atau yang telah diberi orangtua untuk ditabung. Secara teori menabung memang itu sederhana dam mudah, namun prakteknya ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Karena banyak godaan yang datang dari mana-mana, apalagi menjadi seorang mahasiswa. Berikut beberapa tips menghemat pengeluaran agar bisa menabung.
Dengan mengetahui kebutuhan rutin anda dapat memangkas kebutuhan-kebutuhan yang tidak terlalu penting. Memangkas anggaran tidak asal-asalan, butuh suatu pertimbangan. Dengan memangkas sebagian pos pengeluaran yang terlalu besar maka hidupmu akan jauh lebih baik.
Kebiasaan mahasiswa yang bikin pengeluaran bengkak adalah kebiasaan nongkrong. Ketika nongkrong, kemungkinan uang yang akan dihabiskan Rp 30 ribu keatas. Memang kelihatannya uang kecil tapi kalau anda nongkrong 5 kali dalam sebulan maka uang yang bisa dihabiskan bisa mencapai Rp 150.000. Sadar gak sadar, uangmu habis di situ.
Sudah seharusnya anda punya memenejemen waktu dengan baik, kapan waktu nya belajar, kapan waktunya santai, kapan waktunya tidur (istirahat) dan kapan waktunya untuk mencuci pakaianmu. Terkadang ketika malas, seorang mahasiswa memilih laundry untuk mencuci pakaian. Dan dengan memangkas pengeluaran laundry kamu sudah bisa menghemat sekitar 300 ribu sebulan.
Menabung memang harus membutuhkan komitmen terhadap diri sendiri. Buatlah komitmen Anda sangat kuat untuk menabung tabungan masa depan Anda. Hanya dengan demikian Anda akan dapat konsisten dalam menabung untuk tabungan masa depan Anda nanti.
#tabunganmasadepan




