Setiap orang memiliki kebutuhan dan keinginan. Dimana kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda yang harus kita seimbangkan proprosinya di dalam kehidupan kita. Keinginan kita haruslah seimbang dengan kebutuhan kita. Penuhi terlebih dahulu kebutuhan kita baru setelah itu keinginan kita. Itupun harus kita pastikan bahwa keinginan kita tidak melebihi kebutuhan kita.
Kita tentu harus dapat membiasakan diri dalam menabung untuk keperluan tabungan masa depan. Hanya dengan ini kita akan dapat hidup lebih tenang, terutama dalam menghadapi kesulitan-kesulitan finansial yang mungkin terjadi di masa depan. Kalau kita bisa hidup dengan tenang, maka kita pun akan dapat memutuskan sesuatu dengan lebih tenang pula.
Pribadi yang selalu gelisah adalah salah satu pribadi yang besar kemungkinanya akan gagal menabung. Seseorang dengan pribadi seperti ini memiliki keputusan yang selalu berubah-ubah dan melakukan pengeluaran yang tidak perlu. Pribadi yang seperti ini tidak yakin dengan pilihannya sendiri. Kondisi seperti inilah yang dimanfaatkan tenaga pemasar atau marketing untuk dapat menjual produknya. Marketing yang baik akan berusaha untuk meyakinkan Anda bahwa barang yang dijualnya adalah yang Anda butuhkan. Anda pun akhirnya terpengaruh dan membeli barang tersebut. Selang beberapa lama kemudian muncul lagi barang baru. Dengan gaya persuasif, pemasar kembali memengaruhi Anda agar mau membeli barangnya.
Berbagai produk terus berlomba-lomba dalam menawarkan iklan yang menarik bagi para calon konsumen. Maka kalau jiwa kita tidak tenang atau gelisah, pengaruh-pengaruh dari iklan tersebut tentu akan dengan mudah masuk ke dalam hati kita. Kalau sudah demikian maka ujung-ujungnya kita akan hidup konsumtif.
#tabunganmasadepan




