Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan istilah reseller dan dropshiper. Terutama bagi kamu yang sering berbelanja online. Mungkin sebagian dari kamu berpikir bahwa kedua istilah tersebut adalah berjualan online.
Reseller dan drop shiper memang sering digunakan untuk transaksi belanja online. Walaupun begitu, kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, namun reseller atau drop shipper, keduanya menguntungkan.
Biasanya, reseller dan drop shipper ini dikhususkan bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis online, tanpa harus ribet. Modal yang diperlukan juga tidak terlalu besar.
Produk yang dijadikan reseller atau drop shipper umumnya adalah produk fashion, makanan, obat, dan lainnya. Syarat untuk menjadi resller atau drop shipper juga tidak sulit.
Reseller bukanlah supplier. Jadi untuk menjadi seorang, kamu harus mengeluarkan modal sendiri, dan membeli produk langsung kepada supplier. Hal tentunya kamu harus menyetok barang terlebih dahulu.
Sementara drop shipper adalah orang yang menjual suatu produk dari supplier, namun tidak menyetok barang terlebih dahulu. Dropshipper hanya menjual kepada konsumen dengan memperlihatkan gambar produk. Paling mudah untuk menggambarkan hal ini adalah istilah makelar. Ia hanya sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Bila ada calon pembeli yang memesan, maka drop shipper akan meneruskan pesanan kepada supplier. Barang yang dipesan akan dikirim oleh supplier, atas nama drop shipper.
Baik reseller maupun dropshiper, keduanya merupakan kegiatan yang menguntungkan kalau kita serius dalam menjalaninya. Banyak yang sudah meraih untung dari bisnis ini. Maka Anda pun bisa menjajalnya untuk menambang pundi-pundi tabungan masa depan Anda.
#tabunganmasadepan




