Maksud dari stabil di sini adalah kondisi yang tidak mudah berubah. Ibarat sebuah tiang yang ditopang sebuah pondasi kuat, kita tinggal menjaga agar tidak mudah roboh bila ada angin kencang menerpa.

Untuk lebih mudah menemukan jawaban bagaimana menjaga stabilitas sistem keuangan keluarga, mari kita memulainya dengan mengambil contoh stabilitas keuangan keluarga.

Setiap keluarga pasti menginginkan dan berusaha agar kondisi keuangannya tetap stabil, tidak terjadi krisis keuangan yang dapat menyebabkan timbulnya konflik dalam keluarga atau berkurangnya kesejahteraan anggota keluarga. Namun demikian, seringkali stabiltas keuangan keluarga terganggu oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

Contoh faktor internal yaitu ada salah satu anggota keluarga yang sakit berat, dan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan. Atau kepala keluarga tiba-tiba sakit atau kehilangan pekerjaan atau meninggal dunia, yang berakibat pada hilangnya sumber pendapatan keluarga.

Contoh faktor eksternal yaitu terjadi bencana, misalnya rumah kebanjiran atau terkena gempa yang mengakibatkan rusaknya tempat tinggal dan peralatan rumah tangga, sehingga keluarga harus mengeluarkan sejumlah dana untuk perbaikan.

Agar keuangan keluarga tetap stabil maka diperlukan persiapan yang baik untuk menghadapi faktor-faktor tersebut. Pengaturan keuangan keluarga yang baik, artinya keluarga dapat mengatur agar besarnya pengeluaran tidak melebihi pendapatan dan memastikan memiliki dana cadangan untuk keperluan tidak terduga diluar tabungan masa depan, baik biaya sekolah anak maupun hari tua. Juga dapat pula dengan memilki asuransi atau jaminan yang dapat mengambil alih kerugian secara finansial bila terjadi risiko seperti keluarga sakit, kecelakaan atau terjadi kebakaran rumah.

#tabunganmasadepan

Bagikan melalui