Bisa berlibur di akhir tahun tentu menjadi impian semua orang. Tapi apa jadinya jika setelah liburan uang tabungan kita jebol? Bisa jadi, setelah liburan bukanya memiliki semangat baru, justru malah mengalami masalah finansial.
Kesalahan ini tidak perlu terjadi jika kita selalu menambah pengetahuan finansial. Salah satu caranya adalah dengan terus menyimak pembahasan di alamat website gunungrizki.com ini. Kali ini kami kembali mengigatkan kesalahan finansial ini agar tidak berulang dan menimpa keuangan Anda.
Berikut ini tips keuangan jika kita ingin berlibur tanpa harus menguras tabungan masa depan kita.
Bijak Terhadap Uang Tabungan
Banyak orang menabung untuk maksud tertentu yang berjangka pendek. Biasanya setelah uang tabungan terkumpul sejumlah yang kita inginkan untuk mewujudkan maksus tertentu tersebut, kita akan langsung menggunakanya. Hal ini tentu juga berlaku ketika kita menabung untuk tujuan traveling ke luar negeri. Kita tentu dapat menggunakan uang tabungan itu sesuai dengan yang kita rencanakan.
Tapi menghabiskan seluruh tabungan yang telah kita kumpulkan dengan susah payah untuk liburan bukan tindakan yang bijak. Sebaiknya tetap mengalokasikan minimal 20% untuk tujuan yang lain. Anggaplah sebagai dana cadangan untuk hal-hal yang tidak terduga. Setelah liburan selesai, jika dana darurat ini tidak digunakan, kita bisa menggunakannya untuk keperluan lain, seperti berinvestasi di BPR Jawa Tengah dengan produk deposito berhadiah-nya.
Membawa Uang Tunai Secukupnya
Selama di luar negeri, sebaiknya Anda membawa uang tunai seperlunya saja. Uang tunai digunakan untuk membayar keperluan kecil di toko atau merchant kaki lima yang tak memiliki fasilitas pembayaran kartu kredit.
Kita bisa menghitung kebutuhan uang tunai tersebut selama di luar negeri. Uang tunai ini disesuaikan dengan lamanya kita akan berada di sana. Semakin lama tentu akan semakin banyak uang tunai yang kita siapkan.




