Bagi sebagian besar masyarakat, antara menabung dan deposito seringkali dianggap sama. Deposito seringkali dikategorikan tabungan biasa cuma ada sedikit persepsi besarnya bunga yang ditawarkan. Masyarakat umumnya sudah mengetahui kalau bunga di deposito lebih besar namun mempunyai jangka waktu pengambilan. Maka, jika tidak memiliki kebutuhan mendesak, seseorang tidak akan keberatan untuk menyimpanya di rekening deposito.

Pola pikir mendasar di atas sebenarnya sudah mengarah ke perbedaan dan persamaan yang benar. Hanya saja memasukan deposito pada kategori tabungan biasa adalah kurang tepat.

Dilihat dari besarnya imbal balik dalam bentuk bunga, maka deposito masuk kategori investasi sedangkan tabungan hanyalah simpanan biasa. Seperti halnya investasi, maka deposito juga bisa digunakan sebagai agunan untuk pengajuan pinjaman. Selama ini masyarakat mengenal jenis investasi seperti saham, obligasi, reksadana, forex, properti, dan juga emas. Deposito yang memiliki bunga jauh lebih besar dibandingkan tabungan termasuk dalam golongan instrumen investasi sebagaimana disebutkan tadi.

Baik deposito maupun tabungan memiliki perbedaan konsep dan aplikasinya. Untuk produk tabungan biasanya lebih menitik beratkan pada pelayanan dan kemudahan transaksi. Sedangkan untuk besaran bunga tidak terlalu besar. Maka dari itu produk tabungan biasa justru akan dikenakan biaya administrasi setiap bulanya. Berbeda dengan deposito yang tidak akan dikenakan biaya administrasi setiap bulan.

Adapun BPR Jawa Tengah telah menawarkan produk deposito berhadiah untuk menarik masyarakat agar mau berinvestasi. Dengan penawaran bunga yang menarik maka diharapkan masyarakat akan mau membuka rekening deposito. Investasi merupakan tabungan masa depan yang sangat baik dimiliki seseorang yang ingin aman secara finansial. Kita harus bisa memanfaatkan keduanya sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

Bagikan melalui