Kalau kita diberi pertanyaan mengenai melek keuangan, siapakah yang layak disebut melek keuangan? Tentu dalam pikiran kita akan terlintas seseorang yang bergelut dalam bidang ekonomi dan memiliki kepentingan atas hal tersebut.
Pandangan ini tentu tidak salah, namun lebih tepatnya, bahwa setiap orang dewasa pada kenyataannya akan selalu bergelut dengan keuangan. Jadi mau tidak mau setiap orang harus bisa melek keuangan agar memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengelola keuangannya sendiri.
Kemampuan melek keuangan tentulah bukan kemampuan yang mudah untuk dimiliki. Seperti halnya kemampuan-kemampuan yang lain, butuh usaha dan belajar terus menerus untuk dapat membangun kemampuan melek keuangan ini.
Seseorang dapat dikatakan cukup melek keuangan jika setidaknya memiliki pengetahuan mengenai 4 komponen dasar yaitu inflasi, bunga, compound, dan juga diversifikasi keuangan. Kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan, bisa terlihat dari pengetahuan orang tersebut mengenai keempat komponen tersebut di atas.
Hendaknya setiap orang dewasa melek keuangan dan memiliki kemampuan dalam mengambil berbagai macam keputusan-keputusan di dalam keuangannya. Hal ini agar kondisi keuangan seseorang dapat semakin membaik dari waktu ke waktu.
Seseorang yang memiliki kemampuan melek keuangan tentu akan terlihat dari kemampuanya dalam menangani dengan baik investasi dan juga mengelola aset yang dimilikinya. Ketika seseorang sudah memiliki tabungan masa depan untuk masa depanya, tentu itu merupakan indikasi orang tersebut memiliki kemampuan melek keuangan.
Masih rendahnya minat masyarakat dalam memiliki tabungan rakyat juga menjadi indikasi bahwa kesadaran melek keuangan di masyarakat masih rendah. Yang lebih mengejutkan, berdasarkan survei, diketahui bahwa dua pertiga dari orang dewasa di seluruh dunia buta keuangan. Ini tentu mengejutkan karena hanya sepertiga orang dewasa saja yang melek keuangan dan memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan dengan baik. Lalu, bagaimana dengan Anda?




