Memiliki sejumlah tabungan adalah salah satu ciri dari kondisi keuangan yang ideal. Nah, ketika kondisi keuangan seseorang kurang baik tentu akan sangat sulit untuk memiliki sejumlah uang di dalam tabungan. Ketika kondisinya besar pasak daripada tiang, hal inilah yang membuat seseorang bisa seolah hidup tidak seimbang.
Kita harus bisa mengetahui kekayaan bersih kita sendiri untuk dapat mengukur kekuatan ekonomi kita yang sesungguhnya. Ketika kita mengetahui kapasitas kita sendiri, maka kita dapat dengan mudah menentukan besaran pengeluaran maksimal kita.
Idealnya aset lancar atau dana liquid yang harus kita miliki harus pada rentang 15% sampai 20% dari total kekayaan bersih. Kita bisa saja hidup dengan aset lancar kurang dari 15%, namun kita tidak memiliki cadangan jika terjadi pengeluaran yang mendadak.
Kita bisa saja memiliki sejumlah rekening tabungan yang berbeda-beda. Namun tentu kita tidak akan dapat mengisi semua rekening tersebut dengan nominal yang sama besar. Kalaupun tidak mampu untuk membuat beberapa rekening untuk tabungan keperluan yang berbeda-beda, maka kita bisa membuat satu rekening tabungan untuk berbagai kebutuhan yang kita susun berdasarkan prioritas.
Yang terpenting dari semua itu adalah kemampuan ideal kita dalam menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk tabungan masa depan. secara nominal, nilai ideal dalam menyisihkan uang untuk tabungan adalah sebesar 10% dari total penghasilan.
Para pakar ekonomi bahkan menganjurkan untuk dapat menyisihkan penghasilan antara 20% sampai 40% untuk para kawula muda. Hal ini mengingat bahwa kebutuhan dan pengeluaran kaum muda jauh lebih rendah. Maka dari itu ini adalah saat yang tepat untuk dapat mengumpulkan tabungan masa depan sebanyak mungkin. Disini kita memakai kata menyisihkan bukan menyisakan. Kata menyisihkan berarti memiliki konsekuensi yang lebih serius dan menuntut konsistensi yang tinggi.




