Kata seorang ahli ekonomi, kekayaan itu adalah hasil akumulasi bukan apa yang kita hasilkan. Kita bisa saja menghasilkan banyak uang namun itu bukan berarti akan selalu dapat menopang gaya hidup kita. Maka ketika kita mengikuti survei kekayaan, kita akan ditanya apakah ada kewajiban cicilan. Hal ini karena penghasilan kita dihitung dari jumlah nominal yang menjadi sepenuhnya milik kita. Sedangkan uang untuk cicilan bukan miliki kita sepenuhnya.
Maka untuk menjadi kaya kita butuh yang namanya cadangkan dana tak terduga. BPR Jawa Tengah selalu mendukung masyarakat untuk menabung demi mempersiapkan tabungan masa depan mereka dengan berbagai produk simpanan yang salah satunya adalah deposito berhadiah. Dengan adanya cadangan dana tidak terduga seperti deposito berhadiah misalnya, maka angka kekayaan akan bertambah. Sebaliknya, dengan adanya beban angsuran dari pinjaman kita maka akan dapat mengurangi angka kekayaan kita.
Menabunglah dengan pandai. Menabung di bank memang memberikan bunga sebagai imbalan, tetapi alangkah baiknya jika kita juga memiliki tabungan dalam bentuk lain. Memiliki properti atau investasi logam mulia juga dapat menjadi tabungan masa depan kita.
Orang kaya selalu siap jika ada peluang. Itulah bedanya dengan mereka yang belum kaya. Maka selalu gali kemampuan kita dan selalu siap jika ada peluang. Misal ada yang menawari kita untuk usaha bordir dengan modal mesin yang harus kita beli. Saat kita sudah siap dengan modal yang ada maka raihlah kesempatan itu sehingga kita dapat menerima keuntungan. Tentu sebelumnya kita pastikan terlebih dahulu apakah hasilnya akan menjanjikan dan akan memberikan keuntungan yang besar atau tidak. Jika sudah yakin maka dukunglah lagi usaha tersebut agar lebih berkembang.




