Mengajukan kredit di bank merupakan salah satu cara untuk memperoleh dana, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif. Namun pernahkah Anda mengalami penolakan pengajuan kredit oleh pihak bank? Jika iya, pahami enam faktor berikut.

  • Kegagalan verifikasi

Kegagalan dalam proses verifikasi bisa diakibatkan oleh pengisian formulir berupa data diri yang kurang lengkap atau tidak sesuai. Terutama pencantuman nomor telepon. Pada umumnya pihak bank akan menghubungi Anda setelah pengajuan kredit dilakukan. Apabila nomor telepon yang Anda tuliskan tidak dapat dihubungi, maka pihak bank tidak dapat melakukan verifikasi. Akan lebih baik jika menuliskan nomor yang siap dan mudah dihubungi, sehingga Anda bisa memberikan informasi yang valid tentang diri Anda.

  • Penipuan (Fraud)

Dalam pengajuan kredit, pada umumnya akan disyaratkan untuk melengkapi dokumen-dokumen, seperti KTP, KK, slip gaji, dan lainnya terutama menyangkut data pribadi Anda. Apabila Anda melakukan pemalsuan dokumen akan sangat dipastikan bank menolak pengajuan kredit Anda. Pihak bank akan melakukan verifikasi terhadap dokumen yang telah diserahkan, jika ditemukan kejanggalan yang mengarah pada pemalsuan, maka bank tidak akan menerima kredit Anda.

  • Dokumen tak terbaca

Persyaratan berupa dokumen yang menyangkut informasi dan data diri Anda haruslah jelas, artinya terbaca. Pada proses foto copy dokumen terkadang terjadi ketidakjelasan pada hasil copyannya. Sebaiknya teliti hal ini, jangan sampai hal ini baru Anda ketahui setelah bank melakukan verifikasi.

  • Jumlah kredit yang terlalu besar

Jumlah kredit yang Anda ajukan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan hal ini pihak bank akan mempertimbangkan limit kredit sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Pihak bank akan mengetahui dengan melihat berapa gaji Anda setiap bulannya, serta bagaimana pengeluaran bulanan Anda, misalnya apakah masi ada tanggungan kredit seperti kartu kredit, kredit kendaraan, atau lainnya.

  • Tunggakan kartu kredit

Setelah pihak bank melakukan verifikasi terhadap data pribadi Anda, maka akan dilihat pula rekam jejak keuangan Anda, terutama dalam list perbankan. Apabila terlihat bahwa Anda memiliki rapor buruk pada pemakaian kartu kredit, pihak bank pasti akan mempertimbangkan kembali. Sebaliknya, kredit Anda akan mudah untuk disetujui jika Anda disiplin dalam membayar tagihan kartu kredit.

  • Sejarah kredit buruk

Melalui BI checking, akan diperoleh informasi bagaimana sejarah kredit Anda. Dalam BI checking list akan terlihat riwayat kredit Anda baik pada lembaga bank maupun non-bank. Dengan riwayat yang buruk tentunya akan memperbesar faktor pengajuan kredit ditolak. Sebaliknya selalu usahakan untuk memenuhi kewajiban angsuran kredit, agar pengajuan selanjutnya pun lebih mudah.

Sumber: www.cermati.com

Bagikan melalui